Rizki adalah...

"Rizki itu" ujar mama di suatu siang. "Gak mesti tentang uang banyak, badan sehat dan dikasih sabar yang banyak sama Allah juga bagian dari rizki".

"Sabar saat yang lain keliatan wah, sabar saat didzolimi, sabar saat rasanya kita bisa ngomel tapi memilih diam"

"Gak ada sedikitpun kerugian dari sabarnya kita, hari ini mungkin gak berasa, tapi percaya deh Allah pasti bales. Entah balesnya dengan membahagiakan kita, atau Allah balas keburukan orang yang mendzolimi kita."

"Jadi, dedek harus bisa sabar dan tahan untuk ngomong yang kasar dan nyakitin orang ya".

Iya Ma, satu lagi bagian dari rizki dari Allah, yaitu syukur atas dikarunia mama yang suka nasehat menasehati dalam kebeneran dan kesabaran.

Semoga Allah limpahkan kebaikan untuk mama.

-Aldiles Delta Asmara-

Posted by
Aldiles Delta

More

Ramadhan kita berTiga


Allah titipkan amanah besar di dalam sini. Begitu yang aku tahu dan ku sadari. Tidak, bukan hanya aku, tapi kini kita. Aku dan Emas.
Ramadhan penuh perjuangan, menjaga nutrisi tetap masuk, menjaga ruhiyah tetap terisi, namun ingin pula puasa penuh, anakku semoga Allah ridho dengan perjuangan kita satu bulan ini.

Umma menunggu detakdetik saat Allah meniupkan ruh untukmu, menggerakgerik jemarimu mengetuk dinding rahim umma. Saat itu, umma tak boleh lengah. Banyak pesan yang sampai pada umma, bahwa umma harus meningkatkan kesensitifan umma terhadap ketakketuk manjamu.

Anakku, Umma sungguh gugup menjalani ini. Lebih gugup dari sekadar mual tiap waktu. Lebih gugup dari sekadar waktu makan yang beberapa bulan ini mesti memaksakan diri.

Anakku, dari sini umma dan bapak berdoa, dan kau pu  harus pula berdoa agar Allah perkenankan kita bertemu dan tumbuh bersama dalam keshalihan dan dalam ketaatan.

Anakku, iringi umma dengan penuh pembelajaran. Sehat-sehatlah sayang, umma dan bapak akan berjuang.

-malam takbir, 5 Juli 2016-
10 pekan usia amanah itu

Posted by
Aldiles Delta

More

Kisah Perjalanan


Bismillahirrohmanirrohim..

Malam terakhir di tempat masa kecilmu. Betapa aku menyadari bahwa kau hidup dalam lingkungan dan pengasuhan yang amat baik. Masing-masing anggota keluarga saling bahumembahu penuh bantu dalam lelahpenat saudaranya, masing-masing jiwa saling bantu dalam menciptakan bahagia untuk saudaranya. Masing-masing anggota memiliki rasa yang warna-warni namun membentuk menjadi lukisan rasa yang indah. Meski ada yang nun jauh di sana, tetap ada peduli dalam sambungan kata berwujud doa.

Bersama dalam tawa renyah, ramai cerita, tanggap rasa. Aaahh aku bahagia berada di tengah mereka. Yang berlomba satu sama lainnya untuk menciptakan bahagia. Pantas saja, dalam empat bulan perjalanan kita, selalu ada kisah tentang "Bapak, Ibu, Mas Po, Mbak Nia, Mbak Atun, Mbak Yul, Mbak Nur, Mbak Uci, Shabur, yang memerankan kisah antara keluarga dan pasar yang hanya senin kamis, antara keluarga dan mushola-mushola yang terbangun, antara keluarga dan kisahkasih masa kecilnya, antara keluarga dan penjagaan serta pengasuhan bapak terhadap anak-anaknya, antara keluarga dan hikmah-hikmah yang mengiringi sukaduka dalam waktu bersama."

Hei mas cinta, betapa mas beruntung Allah takdirkan tumbuh dalam keluarga ini, dan betapa aku beruntung Allah perkenankan mencicipi rasa yang utuh di sini. Membentuk warna bahagia sebuah keluarga setelah sekian lama berbahagia dengan keluargaku, kini dengan warna baru keluargamu, masyaa Allah.


Semoga cinta yang mengikat dalam doa, semoga silaturrahim yang terjalin dalam rasa-rasa syukur bahagia, semoga Allah kumpulkan keluargaku, keluarga mas, dan anak keturunan kita dalam surgaNya.

Aamiin.

*mama saja tampak bahagia ikut serta dalam keriuhan keluarga ini, apalagi aku mas. Makasih ya, sudah ajak aku ke tempat mas tumbuh besar penuh cinta di sini*

-Aldiles Delta Asmara-
Gunung Tiga, Tulang Bawang, Lampung. Sumatera (yang penuh rasa Jawa)

*ditulis ketika masih di rumah mbak Uci, rabu malam 1 Juni 2016

Posted by
Aldiles Delta

More

Bapak, itu kamu Mas


Nak, bapakmu bapak terbaik yang dengan sabar mendampingi umma saat posisi lemah umma mengandungmu. Bersabar menyiram tiap muntahan umma, bersabar mendampingi umma makan, bahkan bersabar memenuhi inginnya umma.

Bapakmu bapak terbaik, yang selalu bersedia meringankan kewajiban umma. Mencuci baju atau piring, merapikan tempat tidur, melipat pakaian, dan lainnya.

Bapakmu bapak terbaik, yang sangat berupaya untuk membahagiakan umma, sebelum atau ketika kamu ada di rahim umma. Bapak terbaik yang selalu siap sedia menangkap rona sedih dari wajah umma, kemudian mengubahnya jadi senyum ceria.

Bapakmu bapak terbaik nak, bapak terbaik. Dan semoga akan tetap seperti itu dalam kebaikan Allah, yang menuntun umma menjadi umma yang terbaik dan kamu menjadi anak yang terbaik. Bapakmu bapak terbaik, dia menjadi perantara Allah, yang akan mengajarkan kita menjadi hamba terbaik.

-Aldiles Delta Asmara-
Saat kau berusia 5 pekan dalam kandungan Umma

Posted by
Aldiles Delta

More

Garis Dua


Sangat pagi sekali, jam di dinding kuning belum menunjukkan pada angka 3. Baru 2.45. Tapi seolah Allah bangunkan untuk mengecek keberadaanmu. Kamu tau sayang, umma sangat deg-degan, gugup, khawatir, dan segala kecemasan lainnya. Hingga....

Garis 2, Alhamdulillaahilladzi bini'matihi tatimmushoolihaat..

Allahu Akbar, alhamdulillah, umma menangis sayang. Segera umma bangunkan bapakmu untuk mengabarkan keberadaanmu, dan kita berpelukan bersama. Ya Allah, bahagia yang entah warnanya apa. Banyak warna hingga air mata bahagia yang melukiskannya.

Bapak segera berdoa semoga kami bisa menjagamu. Ah doa yang sangat jauh ke depan. Sebab makna menjaga yang bapak ucapkan bukan hanya ketika kamu dalam rahim umma, tapi menjaga hingga kau dijemput Allah kembali. Iya sayang, dari awal kami ingin menyadari diri kami, bahwa engkau milik Allah, kami hanya dititipi. Dan semoga kami mampu menjagamu.

Hari pertama kamu membuat umma tak bisa tidur, tapi umma bahagia sayang, dan semoga akan tetap terus berbahagia dalam berkahNya, dalam lindunganNya dan dalam bimbinganNya.

Ya Allah, segala puji bagiMu atas titipan dan amanah termahal ini. Mohon bimbing kami dalam menjaganya.

Aldiles Delta Asmara
-Umma dan Bapak yang amat berbahagia dalam garis 2 di 4 bulan pernikahan-

Posted by
Aldiles Delta

More

Dasar!!!


       Dasar, pengantin baru!!


"Pengantin baru mah gitu, ntar juga kalau udah hitungan tahunan mesranya berkurang, yang ada malah bosen".

Begitu pekik sekitar melihat kami.

Ya Allah, jika memang mesra hanya bagi pengantin baru, maka jadikan pernikahan kami beralaskan barokah, agar meski pengantin lama ia tetap penuh rasa yang baru. Memperbarui rasa, memperjuangkan sakinah, menggapai mawaddah serta mengejar rahmah dariMu untuk kami. Dalam sedu sedan dan haru biru pada pagi, petang dan malam kami. Sebab bukan mesra yang jadi tujuan kami, bukan sekadar mesra yang jadi harapan kami, bukan mesra yang jadi ukur bahagia kami, ada marah pada suatu hari, ada kecewa di suatu pagi, ada cemburu di relung hati, ada merona di jingganya hati. Jika semata berharap mesra, apakah ia akan menyelamatkan warnawarni hari-hari kami?

Adalah barokahMu, barokahMu...
Menuju pagi yang menggebu melaju menuju malam yang dingin dalam ibadah-ibadah ketaatan padaMu. Dipenuhi langkah memohon ampun, diiringi pujapuji syukur, disertai doa-doa menawan untuk surga kami. KehendakMu, ridhoMu, ampunanMu.
Agar tak hanya menjadi pengantin di dunia, tetapi juga di surga.

_semoga Allah lindungi dari ucapan-ucapan yang buruk_

Aldiles Delta Asmara



Posted by
Aldiles Delta

More

Paket Kebaikan

Amar makruf nahi munkar itu ibarat penganten, ada laki-laki dan perempuan, ga bisa laki-laki sendiri aja, atau perempuan aja. Begitupun amar makruf nahi munkar, harus beriringan. Alquran selalu menyebut seiring sejalan dan seirama, di mana ada amar makruf, di situ harus ada nahi munkar. -ust Zainal Muttaqin, kajian fiqih sosial 29 April2016 di BIK-

Kamu hai penyeru kebaikan, bersiapkah menerima dua amanah penjagaan untuk diri sendiri dan sekitar? Bukan hanya berlapang-lapang pada amar makruf yang ujungnya menimbulkan popularitas, tapi bersiap pula pada nahi munkar yang berujung pada pertentangan. Beriringan. Agar yang soleh bukan hanya dia lagi dia lagi, tapi jauh menyentuh pada lingkungan-lingkungan tak tersentuh. Agar yang datang pada agenda-agenda kebaikan bukan hanya kelompok dia dan dia, tapi juga kelompok-kelompok yang bermetamorfosis menuju kebaikan. Agar jangan sampai yang datang pada kajian semakin menyurut berkurang bergelimpangan, tapi bertambah tumpah ruah dari sudut pintu samping kiri kanan.


"Jangan sampai maksiat menjadi adat". Begitu tulisan yang saya baca pada baju yang dikenakan seseorang.

Amar ma'ruf nahi munkar adalah jalannya, agar maksiat tak menjadi adat. Tugas kita bersama.

-Aldiles Delta Asmara-
Rajin-rajinlah ikut kajian, biar ketabok2 trus bangun.

Posted by
Aldiles Delta

More
Diberdayakan oleh Blogger.

Copyright © / Mendidik Mencintai

Template by : Urang-kurai / powered by :blogger