Keberadaanku


Aku ada di antara mereka, ini takdirku. Berdiri di sini, memperhatikan, mengamati, lalu kemudian menyadari bahwa aku tidak di sana, namun di sini. Memisahkan diri demi sebuah rasa nyaman. Aku memang berada pada kondisi yang berpenyakit, jika memang itu tepat untukku. Untuk sebuah status persaudaraan kita. Jika bukan kau yang sakit, maka biarkanlah aku sakit karena memang aku tak melihat ada secercah harap dari kalian agar aku sembuh. Sudahlah, aku hanya ingin menikmati hari tanpa sedikitpun beban, tanpa sedikitpun rasa bersalah, tanpa sedikitpun merasa diperbudak, yah diperbudak. Buruk memang konotasi itu, tapi itu cukup.
Salahkah aku?ah jangan tanyakan itu, karena aku pun tahu posisiku pasti bersalah, tak ada posisi baik bagiku. Aku hanyalah seorang manusia yang dengan sifat egoisnya ingin memiliki duniamu. DUNIAMU. Bukan lagi dunia kalian.
Izinkan aku menangis di titik terlemah ku, ketika aku tahu bahwa tak ada yang dapat aku pertahankan..
ALLAH..ALLAH..ampuni aku

Posted by
Aldiles Delta

More

Syukuri Takdirmu

Ada seorang rakyat yang iri dengan Presidennya. Berkata dia, "enak ya jadi presiden, gak perlu kena macet, selalu di kawal, ke luar negeri gratis."

Namun apa kata presiden.. "enak jadi rakyat biasa saja, tak perlu bertanggung jawab dengan ratusan juta manusia." (klo presidennya bener) :p

Ada yang berkata "enak ya jadi artis, terkenal dan populer."

Berkata artis.. "enak ya jadi orang biasa, banyak waktu luang, gak perlu khawatir aib terbongkar"

Ada siswa SMA berkata.. "kalo jadi mahasiswa enak, gak ribet di kasih PR kayak SMA"

Mahasiswa berkata.. "aaaa kangen masa SMA, saat bisa kumpul dan masih santai"

Dan ada seorang ibu rumah tangga berkata.. "enak yaa kalau bekerja, gak merepotkan suami, punya penghasilan sendiri"

Tengoklah ibu-ibu yang bekerja.. "enaknya jadi ibu rumah tangga, bisa seharian mengurus rumah, mendidik anak dan dekat dari hati ke hati."

Ada seorang yang belum menikah berkata "mau nikaahh, iri sama yang udah nikah."

Dan yang menikah pun ada lagi keluhannya..

Lalu jika begini terus, akan sampai kapan kita mau mensyukuri takdir?

Lelah memang menghadapi hidup yang ternyata ada hidup yang kita rasa lebih baik dari hidup kita, padahal kita sama sekali tidak tahu, hanya sok tahu bahwa hidup si dia lebih indah dibandingkan hidup saya. Mengapa begitu??tanyakan pada hatimu ^^

Benarkah bahwa kehidupan dia yang kita inginkan benar-benar lebih baik dibandingkan hidup kita??Nyatanya, tetap saja dia bertemu dengan masalah yang mungkin kalau diberikan ke kita tak kan sanggup memikulnya.. Ketika kau merasa bahwa takdirnya lebih baik darimu, maka mungkin saat itu juga dia merasa bahwa takdirmu lebih baik darinya..Lantas, masih kah kita ingin menjadi diri orang lain?

Allah menitipkan takdir kita memang tidak pernah sama satu dengan yang lainnya, tidak dengan siapapun, bahkan dengan saudara yang bersama sejak rahim. Kau tau bahwa Allah Maha Tahu mana yang terbaik, ada takdirmu dan ada takdir ku, yang mungkin diantaranya ada takdir kita, itu bukan berarti takdir kita sama kan?

Seperti halnya aku dengan dila, saudari tercinta yang bersama sejak rahim. Takdir kami berbeda, sangat berbeda. Tapi apakah kami saling iri? Tidak!
Karena bagi kami, membersamai takdir antara kami itu lebih membahagiakan dibanding mendurhakai takdir masing-masing. Begitulah hakikatnya kan?

Jika yang kau inginkan adalah suatu kebahagiaan, maka bukan iri pada takdir orang lain lah sebagai jawabannya. Jawaban dari kebahagiaan yang kau inginkan ada dihatimu, silaturrahim lah dengannya dan lihat bahwa bahagiamu tercipta justru ketika kamu mensyukuri takdirmu sendiri, ada pada hati yang mensyukuri takdir. Ada pada hati yang sama berbahagia menemani saudarinya dalam menjalankan takdir bahagianya.. coba saja, dan kau akan temukan kebahagiaan itu.



****

Terima kasih Allah, Kau telah menakdirkan aku sebagai ibu rumah tangga justru disaat aku belum menjadi "ibu rumah tangga" yang sesungguhnya. Mengasuh satu lagi amanah yang Kau titipkan melalui rahim saudari kembar ku, merasakan betul jadi ibu meski bukan dari rahim sendiri..

Terima kasih Allah telah menyertakan aku dalam takdir bahagia yang kau beri untuk saudari kembar ku..

Dan dengan kemurahan hatiMU, terimalah syukurku..

Posted by
Aldiles Delta

More

Wisuda

Wisuda yaaa??cita-cita yaa??? kerja keras juga...

Selasa kemarin, dengan kesadaran yang penuh saya mengikuti prosesi khidmat wisuda saudari kembar saya -Aldila Delta Asmara (sudah) S.Pd- bukan hanya mengikuti, tapi juga merasakan betul kebahagiaan takdir yang dia rasakan. Sungguh, tak ada kebahagiaan yang lebih bahagia saat melihat mama menangis bangga dan dila tersenyum merekah atas predikat barunya sebagai alumni UNJ (sarjana pendidikan). 
Meskipun ada beberapa kekecewaan saat mengikuti serangkaian acara bahagia yang membosankan itu. Selalu ada saja, orang-orang yang membanding-bandingkan takdir saya dengan dila, ini bukan hanya tentang orang-orang yang sudah lama kenal dengan kami. Bahkan orang yang baru saya temui di tempat acara pun juga menanyakan hal yang sama.

"nganter siapa mba" Tanya seorang bapak yg mengantar anaknya wisuda.
"kembaran saya pak". Jawabku dengan senyum.
"waaahhh kembar ya? kamu kok gak ikut?"Tanyanya lagi.
"iya pak, saya bulan Oktober insya Allah" masih dengan senyum.
"sayang banget, kan seru kalau bisa wisuda bareng". Katanya lagi.

Dan saat itu saya jadi tidak berkeinginan untuk bicara pada orang yang baru saya temui, karena bapak tsb adalah orang kedua dengan pertanyaan dan pernyataan yang sama. Duhai bapak, terima kasih atas keprihatinanmu padaku, meski sebentar menciptakan titik bening pada mataku.

Duhai mama, terima kasih tak terhingga, untuk semua kesabaranmu, perhatianmu, dan dukunganmu sehingga aku tak pernah merasa putus asa atas keberbedaanku dengan dila, mama orang yang terdekat namun tak pernah menuntut agar takdirku dengan dila harus selalu sama, karena mama tahu bahwa kami pun berusaha untuk menyempurnakan takdir kami masing-masing :)

Dan selalu saja, mengapa saat moment bahagia dila ada saja orang yang mencipta sedih dari bahagia yang ada.
"diles kenapa kamu selalu tertinggal dari dila, nikah dan lulus"

Ah sudahlah, cukup Allah saja yang menjawab semua ini, karena atas izinNya semua bisa terjadi atau bahkan sebaliknya. Maaf, saya tidak bisa mengikuti kehendak kalian untuk menyamakan takdirku dengan takdir dila, karena memang bukan kuasa kami.

Posted by
Aldiles Delta

More

Untukmu yang masih dirahasiakan ALLAH

Untukmu yang masih dirahasiakan Allah
Kau tahu, sabar itu menjadi sulit kala menanti hadirmu
Ada ketergesaan yang menyergap, menghitung hari, menghitung waktu menghitung tiap menit saat kau diperkenankan hadir mengisi hari-hari ini.
Diperkenan Allah, untuk memberi bahagia
Mencipta menjadi selaksa rindu saat tak bertatap dalam rasa dan raga.

Aaah aku semakin rindu
Semakin rindu meski kini kita belum jua bertemu
Menantimu, membuatku menjadi manusia tak tahu waktu
Berlebihankah?biarlah karena mereka tak merasakan ada harubiru dalam kalbu

Berharap kau bahagia saat bertemuku,
Menyambutku dengan tangis kemenanganmu
Yang dengan tangismu kami tahu, bahwa kau pun tak sabar dalam penantian ini

Untukmu yang kini masih berada dalam rahim ummi mu
Titipkan salam kami pada Penjagamu yang memiliki sebaik-baiknya penjagaanNya padamu
Berceritalah pada Nya, bahwa kau pun rindu untuk segera bertemu dengan kami
Agar Dia pun meridhoi perjumpaan kita di bumi

Sehatlah nak, ummi, abi, umma mu serta semua yang ada di sini
Menanti dengan doa yang terus terpanjat agar kelak kau bahagia memiliki kami

Untukmu bahagia kami
 ^_^

Posted by
Aldiles Delta

More

ada kamu di hatiku

berbahagialah aku..
sebab masih ada kamu
dalam catatan harianku
dalam catatan amalanku
dalam catatan haru biru ku

ada kamu, yang entah dengan apa dapat ku lukiskan bahagia ini..
ada kamu dan kini kau tak sendiri menemani, ada dia

dan aku semakin bahagia :)

puisi kecil untukmu :*

Posted by
Aldiles Delta

More

Jejak kita

Aku ingin menulis, menulis apa saja yang terjadi pada hari-hari kita..
Tentangku, tentangmu, tentang dia yang belum aku ketahui bahkan tentang kita.
Tentang perjalanan hidup kita dalam mengisi kebersamaan ini.

Hari ini kau bertanya, mana yang aku sukai,
Engkau selesai sidang kemudian pergi menyusul yang halal bagimu,
Atau aku lebih menyukai jika sidangmu diundur agar kepergianmu diundur?
Tahukah kau? tak ada yang lebih membahagiakan selain melihatmu bahagia
Jika kebersamaanmu dengannya mencipta bahagia untukmu,
Maka aku memilih itu
Memilih melepasmu untuk menjemputnya membangun kebahagian baru.

Dan tentangku, aku akan tetap seperti ini.
Membahagiakan wanita mulia yang rahimnya kita huni dulu,
Membahagiakan wanita mulia yang bahagianya pun sangat membahagiakan
Aku akan di sini, membangun dikit demi sedikit mimpi dan harapan yang tak pernah putus.
Meski kami berharap bahwa kau..suatu hari nanti membersamai dengan jarak tentang kebahagiaan ini.

Ah ya, kebahagiaan ini akan tetap aku perjuangkan.
Terima kasih cinta
Mencintaimu bahkan ketika merasa harus melepasmu.

Posted by
Aldiles Delta

More

Tragedi yang mengistirahatkan :)


10 Desember 2012

Pulang ngajar TK jam 12.30 langsung menyentuh laptop karena inget besok hari selasa jadwal kasih revisin sama dosen. Baiklah, dengan semangat merevisi skripsian. Mama minta tolong ke pasar buat beli sesuatu, padahal pas banget niyh, pas ngajar sore, pas kecapean, paaasss pengen istirahat, tapi baiklah mari kita ke pasar :) . Pulang dari pasar udah setengah 4, ada jadwal ngajar di Cikeas jam 19.00. wah harus berangkat jam 5 niyh biar bisa maghrib di sana. Alhamdulillah ternyata motor ajo jadi pengangguran, maka saya pakai untuk ke Cikeas, lumayan irit ongkos 16 ribu. Meskipun sebenarnya mama agak berat melepas saya pergi ke Cikeas dengan motor, tapi tetap nekat. Mungkin saat itu lupa bahwa ridho Allah ridhonya mama :( . Sebelum ke Cikeas, nemenin dila jalan2 bentar, trus lanjut berangkat.

ALLAHU AKBAAAARRR..

Belum jauh dari rumah, menghindari mobil keluar dari perumahan dengan kencangnya, niat ngerem malah kepleset dengan motor sekaligus, kepala terbentur (untung pakai helm) tapi sayang dagu tak terselamatkan karena helmnya gak full face. Maka terjadilah pendarahan luar biasa karena robek di dagu yang kata dokter cukup dalam lukanya. Bersyukur banyak yang nolongin dan bersyukur di sana ada klinik jadi langsung ditangani. Pengalaman pertama berurusan dengan jahitmenjahit bagian kulit. Saat proses menjahit, yang teringat itu wajah mama saat melepas keberangkatan, dan langsung istighfar. Duh Allah, tadi Engkau sudah melarangku pergi dengan tatapan ragunya, tapi kenapa aku tetap pergi :(. TadzkirohMu luar biasa. Niat irit 16 ribu eh ternyata keluar lebih besar untuk biaya jahit dagu, ah gak masalah. Rizki dari Mu maka Engkau berhak mengambil kembali. Ternyata ada seorang penolong yang Allah kirimkan di klinik untuk membayar semua tagihan rumah sakit, dan dia mengantar pulang. Tadinya saya pikir dia mungkin mobil yang tadi hendak saya hindari dan menolong karena merasa bersalah. Tapi saya salah, dia mobil yang ada disamping saya ketika jatuh, dia murni menolong. Bahkan dia bilang : "mba kalau motornya rusak bilang saya ya, biar saya yang bawa ke bengkel" dan saya jawab "kenapa mas yang bawa, kan bukan mas yang salah kok" berusaha untuk tetap menjaga ceritanya ^.^
Sampai di rumah, pastilah mama dan seluruh orang di rumah kaget karena saya pulang dengan keadaan berlumuran darah dan dagu penuh plesteran. Orang yang mengantar itu kemudian menceritakan kejadiannya, dan kemudian mengantarkan kakak saya untuk kembali ke TKP untuk mengambil motor yang tadi tertinggal. Oh ya sebelum orang tersebut pergi, saya meminta mama untuk membayar pengobatan di klinik yang tadi telah dia bayar, karena saya TIDAK MAU BERHUTANG BUDI dengan laki-laki yang baru saja saya kenal, meskipun menurut kakak saya, dia menolak pemberian kami. Untungnya proses pemaksaan terjadi.

Setelah kecelakaan ini sangat banyak pelajaran yang dapat saya ambil, bahwa jangan pernah sedikitpun mengabaikan atau mengerjakan apa yang tidak mama ridhoi, kejadian ini membuat saya semakin yakin bahwa ridho Allah memang terletak pada ridho orang tua. Kecelakaan ini juga membuat saya istirahat total selama satu minggu, mungkin ini jawaban Allah atas keluhan saya beberapa minggu sebelumnya bahwa saya merindukan libur, maka Allah kasih dengan cara seperti ini. 
BAGAIMANAPUN, ASALKAN ITU RENCANA MU ALLAH AKU YAKIN INI TERBAIK.
Bersyukur pada Mu Allah, telah menganugerahkan seorang mama yang sayangnya tak terhingga, benar-benar merawat saya selama sakit ini, sering saya merasa sangat merepotkan mama. Makan harus dengan bubur, buah yang mesti di jus dulu, keramas juga minta bantuan mama. Duh apa jadinya kalau tanpa mama. love you yang teramat sangat. Alhamdulillah ada dila juga, dia dalam keadaan hamil pun rela membantu saya dalam membuat makanan, meskipun kadang kesel juga, dia ngunyah seenaknya di depan saya yang kesulitan ngunyah..klo gak inget dia lagi hamil, udah saya jitakin ituuuu..beneran deehh..

Sebenarnya pengen bilang "bosen di rumah" ups tapi ini kan suatu nikmat yah, tragedi yang membuat saya istirahat total, tragedi yang akhirnya mewujudkan impian saya untuk menikmati libur di rumah bersama mama dan dila. 

Allah, rencana Mu yang sungguh tak bisa kami tahu benar-benar merupakan suatu nikmat bagi kami...maka jadikan kami hamba yang penuh syukur :)

Posted by
Aldiles Delta

More
Diberdayakan oleh Blogger.

Copyright © / Mendidik Mencintai

Template by : Urang-kurai / powered by :blogger