satu nama: Rindu

Rinduku berada dilima waktu,
bahkan disunnah2 dan waktu mustajab utk meminta kau kembali di sini..
Rinduku berada dilima waktu,
ketika ku rasa tak ada yg mengerti rindu ini selain Rabbku..
Rinduku berada dilima waktu 
beserta malam-malam yg dimiliki olehNya untuk lagi-lagi meminta tanpa jenuh..
Rinduku berada dilima waktu,
bercerita tentangmu dan tentang kebersamaan kita yang tertunda di sini..
Rinduku berada dilima waktu,
tak letih meminta dengan air mata agar kita dikumpulkan lagi di sini..
Rinduku berada dilima waktu,
Ketika banyaknya doa namun bermuara pada satu pinta. Kehadiranmu..
Rinduku berada dilima waktu,
Bersembunyi ditengadah panjang dalam haru mendalam karena tak mau terdengar oleh mama..
Rinduku berada dilima waktu,
Entah apa yang membuatku pilu, yang ku tahu hanya cinta kita tak melulu bersatu..
Rinduku berada dilima waktu,
Berada pada rakaat terakhir pada tiap waktunya..
Rinduku berada dilima waktu,
Ku harap kau pun tahu
Rinduku berada dilima waktu...


*dan semakin hari aku bukan lagi mengakrabi keseharianmu, tetapi kini mengakrabi rindu..



Posted by
Aldiles Delta

More

Menjelang 23 Tahun


Menjelang hari lahir ke 23 tahun
“dek, maafin mama yah selama ini gak bisa  kasih apa-apa untuk diles, padahal mama tahu diles lagi butuh motor. Mama iri deh sama “dia” yg hadiahin anaknya motor meskipun anaknya gak minta”. Mama bicara sambil peluk J
Ceritanya mama iri sama seseorang yang bisa kasih motor untuk hadiah ultah anaknya yang ke 16. Padahal saya kenal dengan anaknya yang cerita kalau yang dia butuhkan adalah perhatian, cinta, dan penghargaan dari orang tuanya, bukan motor L, terbalik yah J
“ah mama, mama kan udah kasih cinta yang luar biasa yang mungkin banyak orang tua yang gak kasih cinta itu ke anaknya, dan itu lebih dari cukup mama.”

Ya ya, bersyukur luar biasa sudah dianugerahi mama yang berjuang terus untuk memenuhi kebutuhan anaknya meskipun si anak udah mulai “tua”, haha. Mama sampai iri, padahal anak yang mama iriin itu justru iri sama perhatian dan cinta  yang mama berikan ke anak-anaknya, anak tersebut pernah cerita dengan jelasnya
“kak, aku iri sama kakak yang punya mama begitu perhatian dan cinta banget sama anak-anaknya”
Itu artinya bahwa cinta luar biasa  yang sudah mama berikan lebih berarti daripada sepeda motor termahal dimanapun. Diberikan motor tapi gak diberikan cinta itu rasanya sakiiit, begitu sih yang anak tersebut rasakan.
Dan kali ini saya yang balik bertanya pada mama..
“maaa, mama maunya umroh dulu atau langsung naik haji?”
Mama Jawab, “mama maunya diles nikah dulu.”
Haaaaaaa, simple tapi langsung dalemmmm..
Begitulah cinta yang mama berikan, memilih untuk mendahulukan kebahagiaan anaknya  dibanding mencapai segala keinginannya, bahkan keinginan terbesarnya.
Bersyukur yang meluap-luap punya mama seperti ini J
love you, more and more

Posted by
Aldiles Delta

More

Juni

Aku tak ingin Juni berakhir, masihkah Juni akan melukiskan bahagia dengan tinta yang kulukiskan bersamamu? ataukah Juni adalah waktu ketika kau dan aku berkata dengan sedikit perlahan bahwa "waktu kita hampir habis" ??

Aku yakin Sang Maha Cinta tak akan membiarkan kita sendiri, sendiri dengan kerinduan yang menyesak dengan tangis dan keikhlasan tak terbedakan lagi..
Maka sampai saat ini, aku takkan melepaskan doaku untuk tetap bersama dengan bahagiamu dipenghujung waktu penantianku..

Ketika kau bilang, "tolong jangan menangis karena kepergianku"

Maafkan karena tak bisa mewujudkan mimpimu, dan aku hanya mampu menjawab "kau bisa meminta ikhlasku, tapi sungguh air mata ini jangan kau minta juga, sebab inilah yang menguatkanku tentang keikhlasan yang kau bawa..

Posted by
Aldiles Delta

More

Bahagiamu di keabadian..

Padamu cinta..
Ku titipkan malam yang gemericik syahdu dengan isak kecil tak terdengar..
Padamu cinta..
Malam menyaksikan bahwa cintamya luar biasa, sungguh..

Sesal ketika baru mengetahui bahwa betapa kau luar biasa memiliki cinta..
Menjelang kepergianmu, wasiat cinta kau sampaikan pada istrimu yang Allah jadikan ia sebagai ibu kami..
Kau bilang apa?? ah Robbi, mengapa baru ku dengar pesan cintanya??
Haru biru datang menyelinap sampai aku yakin ia tak mau pergi..
Kau berpesan padanya "jaga anak kita, wujudkan mimpi-mimpi mereka, selalulah di samping mereka"
Kalimat cintamu, yang kau titipkan pada semesta yang berhembus bersama angin kesedihan dari istrimu, ibu kami..

Dan malam ini..
Detik dalam waktu menjadi saksi akan kisah yang sungguh membuatku bangga memilikimu..
Menjalani takdir sebagai anakmu..
Dan aku yakin bahwa segala kata dalam tiap kalimat tak akan cukup untuk menggambarkan cintamu
Karena cintamu luar biasa, bukan lagi sederhana seperti yang aku duga..
Bahkan cinta menjelang kepergianmu menemui kehidupan abadi bersamaNya..

Berparagraf doa akan terus terucap untuk bahagiamu..
Duhai Allah, jaga ayahku dengan sebaik-baik penjagaanMu..
Cintai ia, cintai ia, cintai ia..

Jika kesholehan ini menjadi bahagiamu di dekatNya..
Maka janjiku atas nama cinta,
Menjadilah anak soleh yang akan membawamu menuju bahagia dikeabadian..
Menjadi muslimah yang menjaga dan terjaga
Dan kelak akan menjadi ibu bagi anak-anak yang soleh..
Insya Allah..

Terima kasih atas cintamu duhai cinta, ayah..

Penghujung Mei 2013
Ketika detik berkisah tentang 7 tahun kepergianmu

Posted by
Aldiles Delta

More

Keberadaanku


Aku ada di antara mereka, ini takdirku. Berdiri di sini, memperhatikan, mengamati, lalu kemudian menyadari bahwa aku tidak di sana, namun di sini. Memisahkan diri demi sebuah rasa nyaman. Aku memang berada pada kondisi yang berpenyakit, jika memang itu tepat untukku. Untuk sebuah status persaudaraan kita. Jika bukan kau yang sakit, maka biarkanlah aku sakit karena memang aku tak melihat ada secercah harap dari kalian agar aku sembuh. Sudahlah, aku hanya ingin menikmati hari tanpa sedikitpun beban, tanpa sedikitpun rasa bersalah, tanpa sedikitpun merasa diperbudak, yah diperbudak. Buruk memang konotasi itu, tapi itu cukup.
Salahkah aku?ah jangan tanyakan itu, karena aku pun tahu posisiku pasti bersalah, tak ada posisi baik bagiku. Aku hanyalah seorang manusia yang dengan sifat egoisnya ingin memiliki duniamu. DUNIAMU. Bukan lagi dunia kalian.
Izinkan aku menangis di titik terlemah ku, ketika aku tahu bahwa tak ada yang dapat aku pertahankan..
ALLAH..ALLAH..ampuni aku

Posted by
Aldiles Delta

More

Syukuri Takdirmu

Ada seorang rakyat yang iri dengan Presidennya. Berkata dia, "enak ya jadi presiden, gak perlu kena macet, selalu di kawal, ke luar negeri gratis."

Namun apa kata presiden.. "enak jadi rakyat biasa saja, tak perlu bertanggung jawab dengan ratusan juta manusia." (klo presidennya bener) :p

Ada yang berkata "enak ya jadi artis, terkenal dan populer."

Berkata artis.. "enak ya jadi orang biasa, banyak waktu luang, gak perlu khawatir aib terbongkar"

Ada siswa SMA berkata.. "kalo jadi mahasiswa enak, gak ribet di kasih PR kayak SMA"

Mahasiswa berkata.. "aaaa kangen masa SMA, saat bisa kumpul dan masih santai"

Dan ada seorang ibu rumah tangga berkata.. "enak yaa kalau bekerja, gak merepotkan suami, punya penghasilan sendiri"

Tengoklah ibu-ibu yang bekerja.. "enaknya jadi ibu rumah tangga, bisa seharian mengurus rumah, mendidik anak dan dekat dari hati ke hati."

Ada seorang yang belum menikah berkata "mau nikaahh, iri sama yang udah nikah."

Dan yang menikah pun ada lagi keluhannya..

Lalu jika begini terus, akan sampai kapan kita mau mensyukuri takdir?

Lelah memang menghadapi hidup yang ternyata ada hidup yang kita rasa lebih baik dari hidup kita, padahal kita sama sekali tidak tahu, hanya sok tahu bahwa hidup si dia lebih indah dibandingkan hidup saya. Mengapa begitu??tanyakan pada hatimu ^^

Benarkah bahwa kehidupan dia yang kita inginkan benar-benar lebih baik dibandingkan hidup kita??Nyatanya, tetap saja dia bertemu dengan masalah yang mungkin kalau diberikan ke kita tak kan sanggup memikulnya.. Ketika kau merasa bahwa takdirnya lebih baik darimu, maka mungkin saat itu juga dia merasa bahwa takdirmu lebih baik darinya..Lantas, masih kah kita ingin menjadi diri orang lain?

Allah menitipkan takdir kita memang tidak pernah sama satu dengan yang lainnya, tidak dengan siapapun, bahkan dengan saudara yang bersama sejak rahim. Kau tau bahwa Allah Maha Tahu mana yang terbaik, ada takdirmu dan ada takdir ku, yang mungkin diantaranya ada takdir kita, itu bukan berarti takdir kita sama kan?

Seperti halnya aku dengan dila, saudari tercinta yang bersama sejak rahim. Takdir kami berbeda, sangat berbeda. Tapi apakah kami saling iri? Tidak!
Karena bagi kami, membersamai takdir antara kami itu lebih membahagiakan dibanding mendurhakai takdir masing-masing. Begitulah hakikatnya kan?

Jika yang kau inginkan adalah suatu kebahagiaan, maka bukan iri pada takdir orang lain lah sebagai jawabannya. Jawaban dari kebahagiaan yang kau inginkan ada dihatimu, silaturrahim lah dengannya dan lihat bahwa bahagiamu tercipta justru ketika kamu mensyukuri takdirmu sendiri, ada pada hati yang mensyukuri takdir. Ada pada hati yang sama berbahagia menemani saudarinya dalam menjalankan takdir bahagianya.. coba saja, dan kau akan temukan kebahagiaan itu.



****

Terima kasih Allah, Kau telah menakdirkan aku sebagai ibu rumah tangga justru disaat aku belum menjadi "ibu rumah tangga" yang sesungguhnya. Mengasuh satu lagi amanah yang Kau titipkan melalui rahim saudari kembar ku, merasakan betul jadi ibu meski bukan dari rahim sendiri..

Terima kasih Allah telah menyertakan aku dalam takdir bahagia yang kau beri untuk saudari kembar ku..

Dan dengan kemurahan hatiMU, terimalah syukurku..

Posted by
Aldiles Delta

More

Wisuda

Wisuda yaaa??cita-cita yaa??? kerja keras juga...

Selasa kemarin, dengan kesadaran yang penuh saya mengikuti prosesi khidmat wisuda saudari kembar saya -Aldila Delta Asmara (sudah) S.Pd- bukan hanya mengikuti, tapi juga merasakan betul kebahagiaan takdir yang dia rasakan. Sungguh, tak ada kebahagiaan yang lebih bahagia saat melihat mama menangis bangga dan dila tersenyum merekah atas predikat barunya sebagai alumni UNJ (sarjana pendidikan). 
Meskipun ada beberapa kekecewaan saat mengikuti serangkaian acara bahagia yang membosankan itu. Selalu ada saja, orang-orang yang membanding-bandingkan takdir saya dengan dila, ini bukan hanya tentang orang-orang yang sudah lama kenal dengan kami. Bahkan orang yang baru saya temui di tempat acara pun juga menanyakan hal yang sama.

"nganter siapa mba" Tanya seorang bapak yg mengantar anaknya wisuda.
"kembaran saya pak". Jawabku dengan senyum.
"waaahhh kembar ya? kamu kok gak ikut?"Tanyanya lagi.
"iya pak, saya bulan Oktober insya Allah" masih dengan senyum.
"sayang banget, kan seru kalau bisa wisuda bareng". Katanya lagi.

Dan saat itu saya jadi tidak berkeinginan untuk bicara pada orang yang baru saya temui, karena bapak tsb adalah orang kedua dengan pertanyaan dan pernyataan yang sama. Duhai bapak, terima kasih atas keprihatinanmu padaku, meski sebentar menciptakan titik bening pada mataku.

Duhai mama, terima kasih tak terhingga, untuk semua kesabaranmu, perhatianmu, dan dukunganmu sehingga aku tak pernah merasa putus asa atas keberbedaanku dengan dila, mama orang yang terdekat namun tak pernah menuntut agar takdirku dengan dila harus selalu sama, karena mama tahu bahwa kami pun berusaha untuk menyempurnakan takdir kami masing-masing :)

Dan selalu saja, mengapa saat moment bahagia dila ada saja orang yang mencipta sedih dari bahagia yang ada.
"diles kenapa kamu selalu tertinggal dari dila, nikah dan lulus"

Ah sudahlah, cukup Allah saja yang menjawab semua ini, karena atas izinNya semua bisa terjadi atau bahkan sebaliknya. Maaf, saya tidak bisa mengikuti kehendak kalian untuk menyamakan takdirku dengan takdir dila, karena memang bukan kuasa kami.

Posted by
Aldiles Delta

More
Diberdayakan oleh Blogger.

Copyright © / Mendidik Mencintai

Template by : Urang-kurai / powered by :blogger