-Bersama-

Kita memandang pada langit yg sama dengan sebuah harapan yg juga sama..
bersama J
Pada langit yang kita tatap,ada harap pd Allah tempat kita biasa meratap..
bersama menetap J
Mata kita terhenti pada satu titik yg berbeda, menelusuri masing2 titik yg ternyata terhenti pada garis yg sama..
air mata menitik :’(
Lagilagi..rindu yg kita rasa tak ada habisnya, bahkan ketika waktu memberi isyarat..
bersama kembali J
Menyebrangi matamu ketika akhir bertemu adalah yg ku rindu,karena di sana aku melihat sebuah doa..
untukku dan untukmu -bersama-
waktu yg kita pakai, tak pernah lusuh menceritakan masa lalu. Pun tak bosan merajut masa depan..
bersama denganmu
Aku berkata "keikhlasanku bahagiamu"| dan kau juga berkata "kesabaranku kebaikanmu"
kita bersama
Terhentikah harapan kita pada suatu keadaan? Di mana jarak sungguh sangat mengganggu..
bersama dalam rindu
Bersama dalam rahim dulu membuatku sungguh2 ingin bersamamu,
selalu..


Posted by
Aldiles Delta

More

Malam berkisah tentang kita

Aku merasakan lagi,bahwa Allah sungguh Maha baik pada kita -seorang hamba yang Allah titipkan kelalaian dari berbagai sisi- dengan mengirimkan seorang pendamping  -yang tidak mesti selalu tentang suami- dan dia adalah saudari, saudari yang Allah sertakan dalam perjalanan malam ini. Aku yakin bahkan sangat yakin bahwa malam ini sudah tercatat dalam “buku rahasia” milikNya, tentang kecerobohanku. Bahagia bertemu denganmu bahkan membuat aku melupakan hal yang penting dan berharga hingga kita melangkah dalam laju yang bersama. Kau memelukku dengan bahagianya sambil bercerita sepanjang perjalanan dan aku pun bahagia dengan perjumpaan malam ini. Sampai suatu ketika aku teringat akan hal penting yang aku lupakan. Sungguh, dibalik keresahanku, Allah mengirimmu untuk menjadi penenangku.

Aku jadi malu tentang kisah kita malam ini, berniat bahwa aku akan mengiringimu sampai setengah perjalanan pulangmu justru malah kamu yang mengiringiku sampai setengah perjalanan pulangku. Jika mala m ini aku lalui tanpamu,apa yang akan terjadi ya?pasti ceritanya akan lain, tidak seperti jika kita bersama.

Sampai detik ini, aku tak tahu kata apa yang aku harus ucapkan untukmu. Maaf telah memperpanjang perjalanan malammu, dan terima kasih yang teramat banyak telah menyertai perjalanan malamku. Membuat aku tegar berdiri dipinggir jalan raya, yang jika tanpamu mungkin aku bagai seorang linglung yang berdiri lemah meratapi perjalanan malam..
aaahh lagidanlagi, terima kasih..

*special untuk saudari terkasih, Afri Wulandari
Jakarta,10 September 2013


Posted by
Aldiles Delta

More

Persembahan untuk tiga cinta :)

Jika cinta pernah terhenti, maka itu bukan cinta dan ku pastikan itu bukan cintamu, Mama dan Ayah. Jika cinta pernah berduri, itu pun bukan milikmu, aku yakin itu. Namun, cinta pernah membuat sepasang malaikat ini merintih, perih dalam takdir yang tak henti dijalani. Merangkai hari dalam doa tiada henti merajut mimpi tentang sebuah harapan pasti menjadi manusia berarti dengan ilmu. Ilmu yang diisyaratkan Rosulullah agar tak henti dalam mencari, ilmu yang dengannya Allah berjanji memuliakan kami.
Padamu dua malaikat bumi yang doanya mengangkasa tinggi di Langit Cinta Sang Maha.. Jerih dalam 19 tahun mencukupi pendidikan ku sampai saat ini, terbayarkah dengan satu lembar ijazah Sarjana ini?
Padamu ayah, meski sudah 7 tahun pergi aku tak juga lupa bahwa skripsi ini ku tulis sambil mengingatmu, mengingat tiap tetes keringatmu yang mengantarkanku sampai di titik ini. Padamu ayah, usahamu dulu membuat anakmu mampu menyusun kata demi kata dalam satu tahun pembuatan skripsi ini.
Padamu mama, saat tangis malammu bercerita pada Rabbmu bagi kesuksesanku, adakah ini yang kau minta padaNya??mendampingi wisudaku, membahagiakanmu..
Padamu yang bahkan sejak dalam rahim menemani hari-hari panjangku, kau lebih tau dari seluruh penduduk bumi tentang perjuanganku menggenapkan gelar sarjana ini, adakah bahagia yang juga kau rasa meski tak di sini??

Ya Allah, terima kasih atas cinta yang Kau titipkan pada mereka dalam hidupku. Jika tanpa mereka, lantas bagaimana hidupku? dan jika tanpa Mu masih layak kah perjuangan ini???

Posted by
Aldiles Delta

More

Berbicara padaMu tentang rindu

Allah..
Aku berbicara padaMu tentang rindu..
Rindu pada suara yang dulu hadir di ruang kotak kuning raksasa rumahku..
Aku berbicara padaMu tentang rindu..
Rindu pada tatap mungil berpadu senyum yang hadir pada wajahnya..
Aku berbicara padaMu tentang rindu..
Rindu pada sekelumit kisah tentang malam panjang menemani mata cerahnya..
Aku berbicara padaMu tentang rindu..
Rindu pada lincah kaki menghentak menjejak yang hanya dimilikinya..
Aku berbicara padaMu tentang rindu..
Rindu pada ajaibnya mulut mungil yang siap menampung segenggam tangan yang dengan lincah dilahapnya..
Aku berbicara padaMu tentang rindu..
Hingga aku takut rinduku membuatku berbicara pada dinding kamar.. “kapan kau isi lagi kamar ini dengan ceriamu?”
Aku berbicara padaMu tentang rindu..

Dan kini tersampaikan dengan mata yang sendu..

Posted by
Aldiles Delta

More

satu nama: Rindu

Rinduku berada dilima waktu,
bahkan disunnah2 dan waktu mustajab utk meminta kau kembali di sini..
Rinduku berada dilima waktu,
ketika ku rasa tak ada yg mengerti rindu ini selain Rabbku..
Rinduku berada dilima waktu 
beserta malam-malam yg dimiliki olehNya untuk lagi-lagi meminta tanpa jenuh..
Rinduku berada dilima waktu,
bercerita tentangmu dan tentang kebersamaan kita yang tertunda di sini..
Rinduku berada dilima waktu,
tak letih meminta dengan air mata agar kita dikumpulkan lagi di sini..
Rinduku berada dilima waktu,
Ketika banyaknya doa namun bermuara pada satu pinta. Kehadiranmu..
Rinduku berada dilima waktu,
Bersembunyi ditengadah panjang dalam haru mendalam karena tak mau terdengar oleh mama..
Rinduku berada dilima waktu,
Entah apa yang membuatku pilu, yang ku tahu hanya cinta kita tak melulu bersatu..
Rinduku berada dilima waktu,
Berada pada rakaat terakhir pada tiap waktunya..
Rinduku berada dilima waktu,
Ku harap kau pun tahu
Rinduku berada dilima waktu...


*dan semakin hari aku bukan lagi mengakrabi keseharianmu, tetapi kini mengakrabi rindu..



Posted by
Aldiles Delta

More

Menjelang 23 Tahun


Menjelang hari lahir ke 23 tahun
“dek, maafin mama yah selama ini gak bisa  kasih apa-apa untuk diles, padahal mama tahu diles lagi butuh motor. Mama iri deh sama “dia” yg hadiahin anaknya motor meskipun anaknya gak minta”. Mama bicara sambil peluk J
Ceritanya mama iri sama seseorang yang bisa kasih motor untuk hadiah ultah anaknya yang ke 16. Padahal saya kenal dengan anaknya yang cerita kalau yang dia butuhkan adalah perhatian, cinta, dan penghargaan dari orang tuanya, bukan motor L, terbalik yah J
“ah mama, mama kan udah kasih cinta yang luar biasa yang mungkin banyak orang tua yang gak kasih cinta itu ke anaknya, dan itu lebih dari cukup mama.”

Ya ya, bersyukur luar biasa sudah dianugerahi mama yang berjuang terus untuk memenuhi kebutuhan anaknya meskipun si anak udah mulai “tua”, haha. Mama sampai iri, padahal anak yang mama iriin itu justru iri sama perhatian dan cinta  yang mama berikan ke anak-anaknya, anak tersebut pernah cerita dengan jelasnya
“kak, aku iri sama kakak yang punya mama begitu perhatian dan cinta banget sama anak-anaknya”
Itu artinya bahwa cinta luar biasa  yang sudah mama berikan lebih berarti daripada sepeda motor termahal dimanapun. Diberikan motor tapi gak diberikan cinta itu rasanya sakiiit, begitu sih yang anak tersebut rasakan.
Dan kali ini saya yang balik bertanya pada mama..
“maaa, mama maunya umroh dulu atau langsung naik haji?”
Mama Jawab, “mama maunya diles nikah dulu.”
Haaaaaaa, simple tapi langsung dalemmmm..
Begitulah cinta yang mama berikan, memilih untuk mendahulukan kebahagiaan anaknya  dibanding mencapai segala keinginannya, bahkan keinginan terbesarnya.
Bersyukur yang meluap-luap punya mama seperti ini J
love you, more and more

Posted by
Aldiles Delta

More

Juni

Aku tak ingin Juni berakhir, masihkah Juni akan melukiskan bahagia dengan tinta yang kulukiskan bersamamu? ataukah Juni adalah waktu ketika kau dan aku berkata dengan sedikit perlahan bahwa "waktu kita hampir habis" ??

Aku yakin Sang Maha Cinta tak akan membiarkan kita sendiri, sendiri dengan kerinduan yang menyesak dengan tangis dan keikhlasan tak terbedakan lagi..
Maka sampai saat ini, aku takkan melepaskan doaku untuk tetap bersama dengan bahagiamu dipenghujung waktu penantianku..

Ketika kau bilang, "tolong jangan menangis karena kepergianku"

Maafkan karena tak bisa mewujudkan mimpimu, dan aku hanya mampu menjawab "kau bisa meminta ikhlasku, tapi sungguh air mata ini jangan kau minta juga, sebab inilah yang menguatkanku tentang keikhlasan yang kau bawa..

Posted by
Aldiles Delta

More
Diberdayakan oleh Blogger.

Copyright © / Mendidik Mencintai

Template by : Urang-kurai / powered by :blogger