Luka dan Suka, dalam balutan cintaNya

Semesta mengikuti rencana, Ia yang Maha Kuasa
Untukmu yang berlumur luka, ada cinta dalam dekap nyata
CintaNya,yang mengalahkan segala luka
Kembalilah padaNya, dalam rasa suka maupun terluka
-langit sya'ban dalam cintaNya-

***
Luka tak hanya milik kita, kalau kau mau membuka mata, ada banyak manusia yang jika kau dengarkan lukanya, kau tak akan sanggup berkata.
Kau sebut luka, dan kau jelaskan ia dalam derai air mata. Seakan engkau terlupa pada cintaNya.
Berkali-kali kau sebut cinta, namun tak jua kau datang padaNya. Pantas saja lukamu semakin menganga, kau yang tak menyembuhkannya. Kau benamkan dirimu dalam langit putus asa.

Kata-kata cintamu basi, kau bilang cinta, kau bilang kau terluka, tapi kau malah menjauh dariNya, hingga luka pun semakin terluka..

Lupakah kau akan nikmat Allah yang tak hentinya mengalir, di detik ini berapalah lagi nikmat yang mau kau hitung?tak terserap dengan baik kah perkataanNya padamu?
Nikmat mana duhai diri, nikmat mana lagi yang kau dustakan??
Ketika engkau mendapat apa yang kau minta,
Ketika engkau berbahagia atas segala suka,
Satu persatu, perlahan dan pasti

Allah kabulkan permintaanmu dengan caraNya, sebab hanya Ia yang tau, sebaik apa hal yang kau pinta untuk tetap kau punya...

Posted by
Aldiles Delta

More

Macam rupa takdirNya

Bismillahirrahmanirrahim...

Maha hebat Allah menciptakan manusia bermacam rupa, dengan segala kisah, baik suka maupun duka. Bermacam rupa, bermacam rasa, bermacam kata dan bermacam uji dan coba.

Macam praduga pun hadir pada setiap putaran bumi yang mengelilingi kehidupan kita. Ketika catatanNya tak sebaik pinta kita, semoga tak ada kecewa padaNya.
Pada Dia yang memberikan segala cinta dengan Rahman dan RahimNya.

Bermacam rupa ciptaanNya, pun bermacam rupa takdir pilihanNya, tak ada serupa meski bersaudara dalam rahim. Jika seperti itu, pantaskah kita menyibukan diri dengan takdir selain kita? Melupakan bahagia yang pada nyatanya Allah lengkapkan pada takdir kita, duh manusia...

Kau menjadi hebat, ketika berhasil berjalan sesuai dengan catatan takdirNya. Meski beberapa kali, saat sudah hebat melalui takdir kepahitan, Allah akan putarkan kisah kita dulu pada orang lain. Hingga kita pun seperti kembali merasakan sakit dan derita. Bahagiakan saja dirimu, dengan hamdallah dan bahagia yang kau punya. Karena nyatanya kau berhasil melewati masa itu.

Lihat tegaknya dirimu kini, kalau bukan karena cintaNya, kau tak akan setangguh dan sehebat ini..

Salam :)

Posted by
Aldiles Delta

More

Menikmati pahatan takdirMu (kembali)

Bismillahirrahmanirrahim..

Rabb, masihkah aku mampu untuk tetap menjalani pahatan takdirMu dengan senyum yang seakan tidak ada luka yang menganga..

Rabb, aku masih menerka-nerka tentang maksudMu yang berkali-kali Kau uji aku tentang sebuah kepastian..

Rabb, bolehkah dititik ini aku menyerah?aku seakan tidak peduli lagi, berkali-kali aku merasa bagai menemukan pintu, namun tak jua ku temukan kuncinya...

Rabb, inikah sesungguhnya ujianMu? ketika aku hilang harapan..
Ketika aku berputus asa dari rahmatMu, padahal aku tahu bahwa kau sungguh Maha Rahman..

Rabb, terlalu berbahayakah hingga Kau tak jua mengizinkan aku untuk membuka pintu???

Ampuni atas segala pertanyaan cerewetku, aku bagai penagih hutang, padahal Kau telah membayarnya dengan sesuatu yang jauh lebih baik dari yang ku minta..

Rabb, ujianMu aku terima, mohon tetap dampingi aku bahkan ketika orang-orang terdekat nampak tidak peduli..

Mohon dengan sangat
Mohon dengan sangat
Mohon dengan sangat

Posted by
Aldiles Delta

More

Senja dalam kata

Bismillahirrahmanirrahim...

Senja yang ku habiskan bersamamu, entah mengapa begitu kering dan datar, ada tatap lelah yang kau hadirkan dalam sukma senyummu.
Tak bahagiakah kau cinta? hingga senyummu sulit ku rengkuh..
Meski begitu, banggaku padamu karena peluh tak jua menjadi keluh, padahal aku tau, jarak ini mengisyaratkan usiamu..
Ya usia yang tak lagi  kuat menopang kaki untuk menyusuri jalan penuh debu ini..
Ah pantas saja, tak ku dapati senyum itu, menahan perih pada kaki yang tak bisa lagi kau ajak kompromi...

Ma, senja yang menggantung haru pada sudut mataku...
Semakin ku sadari, bahwa jalanmu melemah, hingga pada langkahku yang biasa kau panggil aku
Tunggu...
Katamu membuatku perih...

Ma, harapku semoga kau tak lelah mengikuti langkahku..
Perjalanan ini memang jauh, namun aku akan tetap berjalan perlahan untuk menggandeng tanganmu agar kau mengiringi langkahku
Tak peduli seberapa sering kau meminta untuk menjeda langkah kita...

Dan ketika dipenghujung jalan ini, kau yang tiba-tiba bersandar lelah pada punggungku membuatku semakin haru...
Ma, punggung ku ini akan selalu siap menopang lelahmu, bersandarlah tanpa rasa takut ...


*senja dalam kisah kita, 20 Juni 2014

Posted by
Aldiles Delta

More

merevisi penjagaan :)

Bismillahirrahmanirrahim

Mengawali tulisan ini, saya mau minta maaf terhadap segenap laki-laki atas dzon saya selama ini ke mereka. Sepanjang perjalanan mengajar, saya selalu mengajak siswi-siswi saya agar bisa menjaga diri dari rayuan teman lelaki sebaya mereka, jangan "menjual diri" kepada mereka hanya karena bermodal "i love you". Saya pernah memergoki seorang remaja usia 14 tahun sedang bermesraan, dari yang saya lihat, perempuannya hanya berdiam diri, sedangkan laki-laki yang "bergerilya" pada tubuh dan wajah si perempuan, hingga saya mendekati mereka dan bilang "dek, jangan percaya dengan i love you dia". Spontan mereka kaget, wajah si perempuan terlihat minta tolong, sedangkan wajah lelaki tampak kesal dengan gangguan saya. Dari sini saya bertambah yakin bahwa saya harus menjaga perempuan-perempuan dari "jualan" para lelaki. Semangat menjaga yang luar biasa saya buktikan dengan terus mengajak siswi-siswi saya untuk hati-hati, karena menurut saya, perempuan selalu jadi korban, ditambah saya sering mengamati siswa laki-laki yang pembicaraannya mengarah ke hal porno, dan bercerita tentang "pengalaman" mereka dengan pacarnya masing-masing.

Hingga suatu hari, saya mengambil pelajaran dari kisah siswa saya, seorang laki-laki yang beda dari siswa saya yang lain. Konseling dia kali ini mengenai masa lalunya, diawali dengan tujuan dia berpacaran. Pacaran dan memiliki hubungan dengan lawan jenis bagi dia murni hanya untuk "menjaga" perempuan yang menjadi pacarnya, menjaga dengan tidak menyentuh dan menjaga dari laki-laki lain. Hingga suatu tragedi yang membuat dia memutuskan untuk tidak pacaran lagi *semoga dia istiqomah*.

Saya ingat ekspresi dan redaksi ketika dia bercerita.

Ka, tujuan aku pacaran untuk menjaga pacar aku, tapi ternyata dia yang gak bisa menjaga diri dia dan aku. Saat aku duduk, tiba-tiba dia duduk dipangkuan aku, dan mulai buka bajunya. Kak aku takut. Saat itu, aku gemeteran dan menghempas tubuh dia ke samping dan aku buang muka. Aku langsung ajak dia pulang, selesai anterin dia aku langsung pulang ke rumah. Sampai rumah, aku langsung nangis ketakutan dan besoknya aku ketemu dia untuk minta putus, aku bilang ke dia "kamu ga malu menyerahkan tubuh kamu ke aku, yang padahal belum tentu jadi suami kamu??kamu ga malu, ketika malam pertama nanti, suami kamu baru tau bahwa ternyata kamu udh ga perawan lagi?? Kita putus aja ya". Semenjak peristiwa itu, aku gak mau pacaran lagi kak, karena buat apa? Niat aku untuk menjaga tapi ternyata dia yang gak menjaga.

Mendengar ini, saya takbir dalam hati berkali-kali, tiba-tiba selintas banyangan nabi Yusuf ketika digoda oleh zulaikha (meskipun saya tak mau terlalu menyamakan). Dia diam meminta tanggapan saya, dan refleks saya bertanya "gimana sih pola asuh orang tua kamu dalam mendidik kamu". Bukan tanpa alasan saya bertanya seperti ini, karena seperti yang kita tahu, nabi Yusuf bisa menjaga dirinya dari godaan Zulaikha karena teringat dengan pesan ayahnya, pesan itu begitu melekat hingga mampu mengalahkan godaan. Tapi dari jawaban dia, saya kaget, karena ternyata dia besar dari keluarga yang keras, yang tak pernah membiarkan dia bermain dengan teman-teman sebaya, yang selalu pergi meninggalkan dia yang dititipkan pada neneknya.

Ah Masyaa Allah, kalau Allah yang menjaga, maka siapapun pasti akan terjaga, dengan pola asuh yang baik ataupun yang tak baik.

Ada satu lagi hikmah yang saya ambil dari kisahnya, bahwa laki-laki pun bisa jadi korban. Selama ini saya fokus mengajak siswi saya agar mengabaikan segala rayuan laki-laki, tetapi lupa untuk mengajak mereka menjaga kesucian mereka. Karena ternyata kesucian inilah yang terpenting dari setiap wanita. Dan saya pun terlupa untuk juga mengajak siswa saya agar bisa menjaga dirinya dari fitnah seorang wanita. Peristiwa ini, mengajak saya untuk merevisi pandangan-pandangan buruk saya, bahwa laki-laki maupun perempuan, semuanya harus terjaga, harus menjaga, dan harus dijaga.

Jalan Allah untuk menjaga itu sungguh luar biasa, jalan yang bukan hanya untuk yang mengalami, tapi juga jalan penjagaan untuk saya yang mendengar kisahnya agar semakin menjaga siswa maupun siswi saya, mereka berhak kita jaga :)

Jagalah Allah dihatimu, niscaya Allah akan menjagamu.

Posted by
Aldiles Delta

More

Apa yang sudah kita lakukan???

Bismillahirrahmanirrahim..
Rabu, 18 Juni 2014, ketika Dolly ditutup

Bu Risma sudah membuat sikap untuk menutup tempat lokalisasi, bahkan beliau sudah berpamitan dengan keluarganya jika terjadi sesuatu padanya. Seperti yang kita tahu, tempat lokalisasi itu didukung oleh para preman, yang tidak setuju dengan penutupan tempat tersebut, maka wajar jika bu Risma sudah "berpamitan" dengan keluarganya. Sangat kagum dengan bu Risma, meski ada yang bilang kalau ini skenario, ah husnudzon saya, ini memang skenario, skenarionya Allah, karena tiap kita memang sedang menjalankan peran yang sudah Allah gariskan. Menutup lokalisasi, artinya menyelamatkan bangsa, berapa lama sudah tempat itu berdiri??? berapa generasi sudah yang mewariskan perzinahan di sana?? 

Imam syafi'i pernah berujar "jauhkanlah diri-diri kalian dari yang haram, niscaya istri-istri kalian akan menjaga diri-diri mereka untuk mahramnya.
Jauhilah oleh kalian apa-apa yang tidak pantas bagi seorang muslim.
Sesungguhnya perbuatan zina adalah hutang, jika engkau meminjamnya.
Bayarannya diambil dari keluargamu maka ketahuilah.
Siapa saja yang berzina, ia akan dizinai walaupun bersembunyi di dalam rumah.
Jika engkau seorang yang cerdik, maka pahamilah!"

Zina adalah hutang yang akan diambil dari keluargamu, bagaimana ini tidak terjadi, jika perzinahan menjadi tontonan yang biasa bagi anak-anak di sana, sampai terekam diotak, hingga besarpun di sana. Mata rantai ini harus terputuskan, dan bu Risma berani memutus ini, semoga langkah baik untuk memperbaiki generasi.

Melihat bu Risma, kemudian berkaca pada diri sendiri. Apa yang sudah saya lakukan untuk mengurangi maksiat dimuka bumi? jika melihat orang-orang yang bermesraan di depan umum pun tak peduli. Dianugerahi taman kota yang luas dekat dengan rumah membuat saya bahagia sekaligus berduka. Betapa maksiat tersuburkan di sana. Ada rasa takut, ketika saya harus bermain ke sana, karena saya tahu, saya tak bisa hanya diam melihat kemaksiatan, tapi disisi lain, saya takut dan bahkan tak peduli, duh.

Hingga suatu hari, saya tertampar dengan kalimat kakak saya "kalau mereka gak malu untuk berbuat seperti itu, harusnya kita lebih tidak malu untuk menegur mereka yang tak tahu malu". 

Apa yang sudah kita lakukan? jika di sana bu Risma sedang berusaha keras menutup tempat zina yang besar, semoga kita di sini juga membantu beliau untuk menutup tempat zina-zina yang kecil. Menutup kesempatan bagi mereka yang bermesraan di ruang publik. Tak ada alasan lagi, karena jika dibiarkan, maka akan semakin besar.

Tegur mereka dengan cara yang baik, ajak mereka kepada jalan kebenaran, sebelum mereka terlalu jauh melangkah dalam usianya, dalam kemaksiatan. Bawa mereka kembali, dengan teguran kecil kita disaat mereka sedang bermesraan. Semoga ini bentuk peduli, hingga anak-anak kita terselamatkan dari bahaya ini.

Posted by
Aldiles Delta

More

permintaan sederhanamu, mama

Malam 17 Juni 2014..

Ma, malam ini aku menanti kepulanganmu, dengan degup yang tak menentu pada waktu yang terus terpacu. Malam, yang tanpa hadirmu pada kepulanganku sore ini membuatku begitu termangu, ah segala resah pun aku bawa pergi sebab ku tau engkau bersama mahrommu..

Ma, namun ada pikir lain yang hadir di lingkar otakku, ketika malam ini resah yang terlalu sebab menunggumu, bagaimana resahmu tiap waktu yang kau habiskan untuk menunggu kehadiranku???

Keaktifanku dimulai ketika SMA, bergabung di OSIS dan ROHIS yang sama kita tahu, mengorbankan banyak waktu. Dulu, kau pun begitu, dengan wajah setia dengan doa terpanjatkan menanti kepulanganku, yang jauh melebihi batas waktu.
Hingga kuliah yang ku lalui pun juga meninggalkanmu.
Ah mama, aku tak ingin kau merasa ternomorduakan dari aktifitas harianku, maafkan jika dalam masa pencarian jati diriku, malah pergi dan jarang bersamamu. Wajah cemasmu, yang menyambut kehadiranku di rumah cukuplah sebagai teguran agar tak meninggalkanmu lagi. Ma, tapi maaf, anakmu ini sungguh tak tahu waktu, hingga lagi dan lagi membawa kecemasan untukmu, sampai akhirnya, raut cemas tak cukup untuk mengutarakan cemasmu, kau pun meminta waktuku..
Waktu untuk bersamamu...


Ma, malam ini, aku tersadar bahwa jauh darimu adalah kepahitan, pahit yang ku reguk dengan candu karena terlalu bernafsu dengan kesibukanku dulu..

Ma, malam ini aku tersadar, permintaanmu yang sederhana mengapa begitu sulit untuk ku kabulkan, padahal kata orang militansi ku tak diragukan, aku mampu mendaki gunung tanpa ketakutan, namun tetap di rumah tak kunjung ku lakukan..

Ma, malam ini aku tersadar, betapa cintamu sungguh agung, besar dan tiada tepi..

Ma, kini aku ragu, masihkah kau bahagia karena sudah memilikiku???

***

Istirahatlah, mama ga mau kamu sakit, mohon dengarkan..

***

Berlalu tanpa hirauan

Posted by
Aldiles Delta

More
Diberdayakan oleh Blogger.

Copyright © / Mendidik Mencintai

Template by : Urang-kurai / powered by :blogger