Wanita-wanita langit

Rangkuman materi wanita-wanita langit oleh ust Bendri Jaisyurrahman

Cara mudah wanita menuju surga
Amalan utama wanita langit..
1.sholat 5waktu
2.Puasa ramadhan
3.Menjaga kemaluan
4.Taat suami

*buah dr empat amalan ini -» wanita yg mampu menahan diri dan syahwatnya

Perempuan standar langit mampu mengalahkan emosi syahwatnya, yang mengunggulkan logika ketika mencintai

Menjadi wanita terbaik dr yg baik..
Hr.ahmad
"Sebaik2 wanita di surga adl "maryam binti imran, khadijah binti kuwailid, fatimah binti muhammad, dan asiyah binti muzahim"

Ciri2nya
1. Menjaga kesucian (menjaga diri dr pengaruh buruk lingkungan)
Suci beda dg perawan, suci berkaitan dg adab islam..
2. Mendukung kenabian zamannya.
Maryam -> nabi isa (anaknya)
Khadijah -> nabi muhammad (suaminya)
Fatimah -> nabi muhammad (ayahnya)
Asiyah -> nabi musa (orang lain)

°nabi zaman ini mungkin tidak ada, tp karakter kenabian yg bs dimunculkan
1. Ahli ilmu -ulama pewaris nabi-
*laki2 hebat bukan laki2 multi talent, tp dia yg ahli dlm bidangnya seperti kholid bin walid dg ahli strategi perang, abdullah bin masud ahli penghafal qur'an tp tdk ahli dlm strategi perang, hudzaifah ahli bidang intelijen,dll
*wanita mulia bukan yg berharap menjadi pemeran utama, tetapi ia yg selalu mendukung lelaki hebat meskipun orang lain melupakan namanya
2. Jiwa iqomatuddin (42:13)
°cetaklah anak, suami, ayah atau anak orang lain(murid) untuk menjadi lelaki hebat.

By @diles_delta

Posted by
Aldiles Delta

More

Istikhoroh cinta :)

Kita berpura-pura ceria pada cerita yg nyatanya tak membuat bahagia...
Memaksa diri, menjadi palsu untuk suatu hal yg tak biasa...
Pikirku, ini terlalu...
Jangan berlebihan, kita sama sekali tidak tahu, Allah lah Yang Maha Tahu...
Tanya padaNya, pinta petunjukNya, percayalah 
ada bahagia yg lagi hadir tanpa malu-malu...

Posted by
Aldiles Delta

More

Jomblo Mulia?? Masaaaa???

Jomblo Mulia?????

Minggu, 08 Juni 2014 semalam, saya seakan melupakan rutinitas malam saya tiap pekan, nonton MTGW, hehehe... kenapa?? Karena bagi saya, nonton MTGW itu seperti mencharge keimanan saya selain aktifitas pekanan, bahkan pernah merasa bakda nonton MTGW ruhiyah saya serasa terisi. Tapi tidak untuk malam tadi, saya kecewa. Ah mungkin ini cara Allah untuk mengingatkan saya agar tidak menjadikan selain Rosulullah sebagai tauladan. Apa sebab saya kecewa???

Saya memang tidak menonton dari awal pembahasan tema ini, selain itu saya juga tidak terlalu fokus menyimak karena sedang asyik main dengan dua keponakan yang membahagiakan. Tapi selingan saya mendengar ketika sesi curhat, pencurhat itu bercerita kalau dia takut akan zina mata(entah bagaimana redaksi ceritanya), tetapi mendengar ini, pak MT malah tertawa, sepertinya dia tidak paham dengan maksud zina mata ini. Melihat dia tertawa, ada rasa sesak dihati saya, seolah pak MT menghina ajaran dan perkataan Rosulullah tentang zina mata ini (mohon maaf jika saya berlebihan). Kemudian beliau menganalogikan

“berarti saat kamu memandang semua wanita yang ada di sini, artinya kamu sedang berzina?sedang selingkuh?” *kurang lebih seperti itu pernyataan beliau.

Semangat saya untuk menikmati acara ini tiba-tiba menghilang dengan kekecewaan, terlebih ketika si pencurhat bercerita meminta orang yang menyukai dan disukai dia untuk istikhoroh, kemudian pak MT seperti meremehkan lagi dengan berkata

“kamu istikhoroh, dia istikhoroh, trus kalo gak nyambung gimana???”

Padahal bagi saya, langkah istikhoroh adalah langkah yang tepat untuk menemukan cinta. Teringat ucapan seorang ustadz “jika kamu jatuh cinta, jadikan cinta itu cinta segitiga, antara kau, Allah, dan dia. Minta sama Allah untuk menunjukan apakah dia layak untukmu”

Selanjutnya, pak MT merevisi definisi pacaran, “kamu gak pacaran, tapi kamu pernah gak menyatakan cinta dan keseriusan sama dia??”

“sudah pak?”kata pencurhat.

“kalau sudah itu artinya pacaran, jangan mengartikan pacaran sebagai selalu berduaan, nempel terus, dsbnya”

Ah entahlah, dibagian ini jawaban pak MT semakin tidak saya suka, bahkan ada perasaan takut dari diri saya, setelah pulang dari acara tersebut, si pencurhat akan bersemangat untuk pacaran dengan adanya perizinan dari pak MT. Padahal kalau yang saya tangkap dari cerita itu, dia menyukai perempuan tapi tidak ingin pacaran (semoga benar apa yang saya simpulkan).

Setelah sesi ini, saya sudah tidak bersemangat nonton, dan berazzam acara ini gak akan jadi acara wajib bagi saya lagi, hehehehe...

Maaf ya pak MT, saya telah lancang menyuarakan ini, siapalah saya ini hingga sok nya menyalahi dengan tulisan ini, ini hanya curahan hati saya.

Bagi saya, seorang jomblo bisa menjadi mulia jika aktifitasnya tidak disibukan oleh pencarian pasangan semata, apalagi jika mengait-ngaitkannya dengan “analogi sandal jepit” yang selalu berdua beriringan. Karena, jika berdua hanya membuat kita menjadi rendah dan diinjak-injak, maka untuk apa??

Kalau kata ajo, meski jomblo, jadilah seperti bendera yang berada di tiangnya, sendiri, namun dihormati. Analogi yang pas, hehe makasih ajo J

Ah iya, ada pertanyaan menggelitik dari saya tentang istilah jomblo mulia ini, saya sering mendengar seorang yang jomblo dengan bangganya berkata:

“saya adalah jomblo mulia” atau dengan makna yang sama “saya adalah single terhormat”

Yang jadi pertanyaan, siapa yang menilai mulia? Siapa yang menilai terhormat? Tersebab apa dinilai mulia? Tersebab apa dinilai terhormat?? Karena mulia dan terhormat bukanlah sebuah pengakuan, dua kata ini adalah sebuah penilaian, penilaian yang bukan dari pribadi melainkan dari orang lain yang menilai.
Boleh saja sih mengaku mulia, tapi orang lain mengakuinya juga gak yaaa???hehehhe


Salam J
btw, mohon diluruskan jika ada yang salah dalam tulisan saya ini

Posted by
Aldiles Delta

More

Saya bukan anak baik

Saya bukan anak baik –episode mengamati siswa(lagi)

Dia, sore ini berteriak dan melempar sesuatu ke arah orang yang lebih tua darinya, bukan teman sebaya yang jelas. Seingat saya, dia itu ketika pertama kali bergabung di sini adalah anak baik, enak diajak bicara, dan kebaikan-kebaikan lainnya. Mungkin saya salah, karena ketika saya bilang “dulu kamu baik deh” semua yang mendengar langsung meralat. Ah tapi saya tetap berkeyakinan bahwa dulu dia anak baik. Hingga...

“saya gak pernah baik kak” ujarnya.

“ih kak, mana pernah dia baik?” temannya menimpali.

“tapi setidaknya kamu berpeluang untuk kembali jadi anak baik lagi kan?” jawab saya dengan sedikit nada meminta.

“gak kak, gak bisa”

“saya yakin kamu punya peluang untuk itu”.

***
Sering menemukan seorang remaja yang saya yakin adalah anak yang baik, tapi lupa untuk menjadi baik, entah karena banyaknya orang-orang di sekitar lingkungannya yang memberi cap mereka sebagai “anak nakal” hingga konsep diri mereka pun berubah jadi negatif atau karena faktor lain yang membuat mereka enggan untuk menjadi baik. Maka, sebagai orang yang sering ditemuinya juga, berharap tidak menambahkan keyakinan pada dirinya bahwa dia memang “anak nakal”, apa yang bisa kita lakukan untuk merevisi konsep dirinya??cukup yakinkan bahwa dia(siswa-siswa kita) adalah anak baik, sederhana kan???

Bantu yaaa...

***
Ya Allah, mohon jaga mereka yaa, disaat aku tak mampu menjaga mereka J

Posted by
Aldiles Delta

More

Meremaja

Siapa bilang jadi remaja itu mudah???kita yang pernah melewatinya pun pasti tau, bahwa masa remaja adalah masa-masa paling berbahaya bagi perjalanan hidup kita, masa yang selalu dibayangi kegalauan. Saya bersyukur telah melalui masa remaja dengan SELAMAT, Alhamdulillah J

Tulisan ini bukan membahas bagaimana seorang Aldiles Delta Asmara melalui masa remajanya, bukaaannn banget, malu ah, ga usah dibahas lagi. Tapi tulisan ini tentang konsul-konsul dari siswa saya yang kebanyakan REMAJA.

Benar-benar seorang remaja sangat membutuhkan bantuan, apalagi untuk urusan perasaannya. Sudah dibimbing saja mereka masih galau, kalut, kasakkusuk, bimbang, melow dan rasa-rasa yang diambang semuanya, apalagi jika tidak dibimbing, yang bahaya jika mereka dibimbing orang-orang yang salah L

Ayo yang merasa pernah jadi remaja, mari sama-sama selamatkan masa remaja dengan jadi teman cerita bagi mereka, meski kadang jenuuuuhhhh, membosankan, dan ngeselin pake banget karena yaaa itu, udah dibilangin teteep aja. Tapi tetap, yang mereka butuhkan adalah cinta..

Jika mereka galau karena cinta, maka kita buat mereka kuat juga karena cinta. Ajak mereka untuk sama-sama merevisi tiap definisi cinta yang mereka punya.

Suatu hari:

“kaaakkk, orang yang aku cintai ternyata dekat dengan temen curhat akuu, rasanya sakit kaaakkk”katanya.

“waw, kalau gitu, yang kamu rasakan mungkin bukan cinta, hanya sekedar ingin menguasai dan memiliki”kataku.

“kenapa begitu kak??emang cinta itu apa sih kak?”

“cinta adalah kekuatan, yang mengubah malas menjadi rajin, mengubah resah jadi  terarah, cinta yang tanpa tersakiti dan menyakiti, cinta yang tanpa hitung menghitung. Tiba-tiba saja kamu bersemangat menjalani hidup, karena ada cinta yang mengalir dalam sanubari, seperti misal cintamu pada Illahi, yang membuatmu tau diri, berharap syurga karena perjumpaan diri”

“aaaa kakaaakk, aku jatuh cinta sama definisi cinta kakak, tapi aku gak bisa seperti ituu”

***

Kadang memang, dari mereka justru kita bisa merevisi kembali segala arti, dari mereka menemukan kekuatan yang ingin dibagi, agar mereka tak selamanya lemah, tak selamanya resah, dan tak selamanya menjadi pribadi tak tau arah. Lain waktu, ketika kau lihat mereka sudah bangkit, ada saja lagi dan lagi yang akan membuat mereka kembali jatuh, kembali terpuruk, hingga memanggilmu kembali. Jangan pernah bosan mendampingi mereka, karena bisa jadi justru kesabaran kitalah yang mereka ingin teladani.

***

“kak, makasih yaaa, udah bantu saya menyelesaikan semua ini, meski saya sadar siiihh, kakak cuma cermin saya, tapi itu bantu saya banget kak”


Posted by
Aldiles Delta

More

Jarak beratus kilo meter

Aku, dalam jarak beratus kilo meter, memandangmu tanpa lelah...
Memandang dg mata yg lain, bukan mataku, bukan pula pandangan langsung..
Aku, yang dalam jarak beratus kilo meter, memandangmu dengan doa, dengan tangan menengadah penuh harap, serta kata beruraian mesra penuh permintaan..
Hadirmu...


Aku, yang dalam jarak beratus kilo meter, memandang semu tanpa jemu..
Mengulang kenangan, mengungkit tiap kata, kemudian mengejawantahkan menjadi elegi rindu...

Rabb penuh Kasih pun bertanya, nikmat mana lagi yg membuatmu ragu?
Ragu pada nikmat penciptaan dan nikmat kebersamaan, denganmu...

Pada kata yang tak terbentur duka, ketika senja urung menyapa, kau tetap ada..

Cukuplah kita bertanya pada Allah, tak perlu pada semesta, tentang suatu masa yang kita nanti bersama...
Dia, memiliki jawaban atas segala pinta.

Aku, dalam jarak beratus kilo meter, ah masihkah sejauh itu?
Semoga tidak
*catatan tanggal 6 Mei ketika dila belum ada niat ke Jakarta :)

Posted by
Aldiles Delta

More

Aku anak siapa??????

Episode aku anak siapa??? -terinspirasi dr cerita nobita pagi ini-

Suatu masa, pada jejak kehidupan kita, tak lagi peluk mesra yang kita dapat dari keluarga. Kemarahan, pukulan, tak ada penghargaan lebih sering menemani dibanding sapa ramah dari penghuni yang katanya rumah syurga. Dan kita pun terselip tanya, "anak siapa kah kita?Hingga tak tersisa sedikit kasih dan cinta untuk kita"

Andai, tiap anak dibekali mesin waktu seperti doraemon, tentu mereka akan melakukan apa yang nobita lakukan ketika pertanyaan ini muncul. Mengulang kembali masa, ketika kelahiran kita adalah hari-hari bahagia untuk orang tua kita, agar kita sama-sama menyadari bahwa dalam tiap kelahiran kita, ada harap yang menggunung tinggi lahir dari orang tua kita, dan agar orang tua pun mengingat bahwa mereka pernah berjanji untuk selalu membahagiakan dan menyertai tumbuh kembang anak-anaknya, yaitu kita.

***
"Aku sih udah biasa dipukul kak, pake sapu, pake iket pinggang, pake besi juga pernah, aku udah gak peduli dengan rasa sakit itu kak"kata mu suatu hari

"Mama itu gak pernah peduliin aku kak, aku benci ada di rumah"

"Mama dan bapak, selalu mengurung aku di dalam kamar waktu aku kecil"

"Kak, aku mau jauh dari keluarga"
***

Keluh kesah mereka, para siswa

Posted by
Aldiles Delta

More
Diberdayakan oleh Blogger.

Copyright © / Mendidik Mencintai

Template by : Urang-kurai / powered by :blogger