Aku bahagia

Rindu adalah segenggam kata yang kita punya, ia hadir begitu saja tentang sajak yang tak lagi bisa dicerna.
Namun rindu bukan lagi kosa kata dalam bendahara kata, karena aku kini memiliki hari-hari kita.
Sembap mata tak lagi ada dalam diary rahasia, karena hadirmu kini adalah niscaya. Katamu, takdir kita mungkin memang tak bisa bersama, engkau kini menikmati hari-harimu dan dengan bujuk kau berkata "kau pun nanti begitu"
Entah "nanti" kapan yang kau maksud sampai kini pun aku tak tahu. Pemilik Cinta pada berlapis-berlapis harapku menyertainya, menyertai tiap lisan yang masih terjaga untuk tetap meminta dalam rahasia.
Kitapun menderma bahagia dalam memandanginya, memandangi cinta yang tumbuh dalam bahagia pada rafa. Kini, tak akan lagi membahas tentang rasa, kita sudah cukup bahagia dengan hadirnya cinta yang kita punya. Renyah tawa penuh juta rasa menghadiri sukma dalam suka, ia mengejawantah menjadi simpul-simpul pesona.
Engkau bahagia
Aku bahagia
Bahagia adalah kita, meski katamu tak mesti bersama, namun kataku kita harus tetap bersama, jika bukan dalam raga namun setidaknya dalam rasa.
Iya kan? :)

-diles delta dalam harap yang tetap menyertainya-

Posted by
Aldiles Delta

More

Merdeka Indonesia, merdeka kitaaaaa

Ada seorang saudari yang saya yakin dia tau bahwa pacaran itu gak boleh, etapi tetep pacaran, sampe akhirnya putus.. (pukpuk buat dia)
Ketika putus, dia menyebut mantannya dg sebutan "lelaki brengsek"
Denger ini, saya ngakak dalem hati, udeeh tau tiap pacaran akan berujung putus, masiiihh aja mau dibrengsekin(sy ga menemukan kata yg pas menggambarkan ini, hehe)

Ini salah satu kekurangan pacaran dr banyak kekurangan lainnya, kita jadi dengan mudahnya memanggil dengan sebutan yg buruk, padahal Allah meminta kita jangan manggil dengan sebutan yang buruk tuh di alhujurot:11..

Sudahlah, ga usah pacaran. Katanya Indonesia sudah merdeka, kok kamu masih dijajah sama nafsu dunia. Sudah, nikah saja sanah *eaaaa

Selamat merdeka Indonesia, semoga rakyatnya juga merdeka, dari terjajahnya perasaan dengan pasangan yg belum halal.
Selamat merdeka Indonesia, semoga kita semakin berlomba-lomba dalam kebaikan..
Selamat merdeka Indonesia, merdeka tanpa prasangka pada saudara..
Selamat merdeka Indonesia, semoga aku, kamu, dan kitaaaa semua benar-benar merdeka dari pikiran liberal, karena merdeka artinya bebas mencintai Allah..

Salam 

Posted by
Aldiles Delta

More

anak-anak "ajaib"

Pagi ini ngajar kelas 5SD, dan waw...
Takjub, masyaa Allah, segala puji bagi Allah telah menghadirkan mereka.

Tema pembahasan hari ini tentang idul fitri, sebelum membahas idul fitri seperti pada umumnya, saya mengajak mereka untuk mengevaluasi ramadhan mereka. Apakah berhasil atau tidak. Bagaimana menilainya? Saya mengajak mereka membuat standar keberhasilan sendiri, misal, ramadhan menghafal alqur'an, tarawih full, sholat 5 waktu, dan standar keberhasilan lainnya.
Saya jadi teringat beberapa hari yang lalu mengajar dengan materi sama untuk kelas 6 SD. Iseng bertanya, keberhasilan apa yang kamu raih saat ramadhan, dengan muka datar dan santai dia bilang "saya menghafal 12 juz selama ramadhan".
Haaaaa? Gimana caranya?

Dan hari ini saya kembali dibuat takjub dengan siswa kelas 5 SD, takjub dengan idul fitri mereka. Saya menyangkutkan dengan "penghasilan" ketika hari raya. Siswa saya ada yang mendapat satu juta dua ratus ribu. Banyak yaaaaa -_-
Saya tanya, untuk apa uang sebanyak itu, tadinya saya pikir untuk beli gadget, anak sekarang gitu kan yak(Hehe suudzon aja sih diiill) eeehh dia jawab "setengahnya untuk ditabung, setengahnya infakin ke masjid"
Huaaaaa masyaa Allah, bahagianya saya denger jawabannya. Ternyata banyak anak-anak "ajaib" yang saya ajar, ini yang membuat saya senang sekali mengajar. Bahagia bertemu mereka, bahagia mendengar semangat mereka, bahagia mendengar kehebatan mereka, bahagia dengan bahagianya mereka.

Alhamdulillah, maka nikmat Allah yang mana yang kau dustakan?

Posted by
Aldiles Delta

More

Menggenggam Memori Bersama

Nulis apa yah?

Hmmm, tiba-tiba teringat 10 tahun yang lalu, tahun-tahun sulit tentang pencarian identitas diri. Sepuluh tahun yang lalu, artinya saat saya masih berusia 14. Kamu tahu apa makna usia ini untukku? Kadang saya berharap untuk melupakan tahun itu, tapi daya ingatku justru menarikku kembali pada 10 tahun yang lalu, ketika hidayah menyapa penuh cinta untukku.

Alhamdulillahirobbil 'alamin, segala puji adalah milik Ia, Robb semesta alam. Yang menghadirkan mereka, orang-orang yang dikemudian hari tercatat sebagai penyelamatku, sebagai mata rantaiku dalam menuju hidayahMu, hidayah yang nyatanya tak semua orang memilikinya. Maka, nikmat Allah yang mana yang kau dustakan?

10 tahun yang lalu, tercatat sebagai siswi kelas 8 SMP. Siswi yang paling malas berhadapan dengan guru agama, siswi yang meski sudah mengenakan jilbab namun nyatanya akhlaq belum juga terjilbabi, maksudnya, masih suka berbicara kasar, malakin temen, ngumpul sama woco-woco, ah menyeramkan lah pokoknya. Tak perlu dibahas lagi. Ini yang membuat saya malu untuk mengingat 10 tahun yang lalu, saat usia beranjak 14 tahun.

Ya, tapi semua itu perlahan berubah, ketika ada salah satu teman saya yang menjadi "korban" palakan saya, mengajak saya untuk "ngaji" namun berbalut kata-kata yang lebih menarik saya untuk ikut aktivitasnya tersebut. Namanya Yondi fitriana, saudari yang tak lelah mengajak pada kebaikan meski saya tak juga kunjung baik *hiks (nangis sok imut). Suatu hari dia mengajak saya untuk ikut rohis, dengan redaksi yang masih saya ingat sampai sekarang.
"Diles, kasian deh rohis sekolah kita, sekarang udah sepi, ga ada kegiatan. Ikut aktifin kegiatan-kegiatan di rohis yuk, sedih kalau ngeliat kegiatan-kegiatan keIslaman kurang di SMP kita" katanya dengan tanpa paksaan.

Waktu dia bercerita hal ini (lebih tepatnya ini adalah ajakan) sebenarnya saya mualeeess banget, hah meski saya terlahir dari keluarga yang selalu jadi aktivis rohis, tapi saya gak pernah ngebayangin untuk aktif juga di sana. Bingung, mau nolak ajakan dia, tapi dia baik banget, sering nraktir makan di kantin. Duh duh..

Akhirnya, dengan anggukan yang males, saya mengiyakan ajakannya. Dan hari ini saya katakan, tak pernah menyesal telah mengiyakan ajakannya untuk ikut rohis. Setelah Yondy, kemudian saya mengenal Nastia, Kiki, Fina, Tami, Regina, dan Riska. Bersama mereka, adalah pertama kali saya merasakan ukhuwah Islamiah. Bersama mereka, adalah dunia serasa penuh warna, berpelangi, merah, jingga, penuh rupa.

Meski awalnya memang berat, tetapi setelah ke dua, tiga dan seterusnya bahkan saya mulai mencandu dengan aktivitas ini. Aktivitas penuh manfaat, aktivitas penuh harapan, aktivitas penuh cinta. Hari-hari saya kemudian berubah, bukan lagi tentang saya, tetapi kini tentang sekeliling kami, iya kami, tentang dakwah sekolah yang kami perjuangkan dulu. Apa yang harus kami lakukan agar manfaat untuk teman-teman di sekolah. Ah indahnya...

Membayangkan wajah-wajah mereka membuat hari saya penuh cinta, saya merindukan mereka. Saudari-saudari yang "menyeret" saya untuk berada di jalan ini. Hingga kami pun berpisah, berpisah karena Allah takdirkan kami bersekolah di tempat yang berbeda. Namun, satu yang kami yakini dari takdir baik perpisahan ini, agar nantinya dakwah kami meluas di SMA kami masing-masing. Selalu berdoa, semoga Allah menjaga mereka dalam hidayahNya yang indah ini, dalam persaudaraan suci kita. Hingga kini...

Aku mencintai kalian karena Allah duhai para saudari yang mengajakku pada jalan yang penuh dengan cintaNya. Semoga Allah mencintai kalian...

_special lyric_
Di dalam gelap, langkahku terhenti..
Kau buat sinar dan menerangiku..
Kau tarik tanganku tunjukan jalan keluar..
Dan ku jalani, hari demi hari..
Beruntunglah aku..
Beruntunglah aku.....
(So7)

Wajah ketika SMP :)


Posted by
Aldiles Delta

More

Sempurna Cinta

Entah harus memulai dari mana catatan ini, bermula dari A kah? Atau dr Z? Yang pasti, akan ku mulakan dengan..

Bismillahirrahmanirrahim..

Segala puji bagi Allah yang menitipkan rasa pada seluruh hambaNya, rasa yang dengannya ia bergelora berdetak memenuhi kalbu dalam sudut ruang harap.
Ia adalah cinta.

Yaaapp, tulisan kali ini akan membahas tentang
C I N T A, sekali lagi ce i en te a.
Duh, ini bukan karena saya sedang jatuh cinta yes, malu siihh kalo belom nikah udah jatuh cinta, nyiahahaha.
Oke fokus..

Merasakan cinta adalah salah satu fase perkembangan yang pasti dilewati oleh semua orang, jangan minta saya untuk mencantumkan sumber, karena ini bukan skripsi. Aku, kamu, dan kita semua pernah merasakan ini kan?

Kalau sudah terlanjur "jatuh" pada cinta yang membuat kita lemah, gimana ya menyikapinya?
Ini sering terjadi pada siswa maupun siswi saya, yang rerata adalah usia remaja. Mengeluh, sulit move on, kepikiran terus, gak semangat kalo gak ada dia, sakit rasanya kalo melihat dia dekat dengan yang lain, jadi tidak fokus belajar, dan segala hal melemahkan lainnya. Bahkan, yang membuat saya sedih bahwa ada remaja yang merelakan kesuciannya demi yang katanya "cinta dan yang mencintainya"? Ah, mengapa hal hina ini yang kau sebut sebagai cinta? Bukankah cinta adalah kesucian? Semestinya, cinta membuat kita menjaga kesucian :(

Bagaimana cara melupakan cinta yang sering melemahkan atau bahkan menghinakan kita?
Cinta tidak bisa dilupakan dengan benci, kita tidak bisa bahkan tidak boleh menggantikan rasa cinta menjadi rasa benci. Satu-satunya cara melupakan cinta yang sering membuat lemah adalah dengan mencintai yang bisa menguatkan. Saya tidak meminta kau untuk mencari orang baru untuk kau cintai, karena belajarlah dari pengalamanmu, bahwa manusia adalah membuat kita lemah, apalagi mencintai lawan jenis sebelum waktunya. Lalu apa? Cinta yang bagaimana yang menguatkan? Sandarkan cintamu pada Yang Maha Menguatkan, pada Yang menciptakan Cinta, pada yang segalanya bermuara padaNya?

Maksudnya?
Ya, ketika cinta terasa melemahkan, saat itu kau harus merevisi seseorang yang kau cinta, cukuplah kau ganti dengan mambangun cinta yang lebih besar untuk Sang Maha Cinta. Teoretis? Tidak, ini bukan hanya sekedar teori, tapi ini adalah hal yang bisa kita praktekan. Praktekan saja, caranya:
1. Berceritalah pada Allah tentang rasa yang membuatmu lemah, menangislah, tumpahkan segalanya pada Allah.
2. Selanjutnya, baca Al-qur'an dan terjemahannya, kau kan temukan banyak kata cinta dariNya.
3. Berkumpullah dengan orang-orang sholih, ikut mentoring atau kajian.

Praktekan tiga hal ini secara terus menerus, hingga kau menemukan semangat baru dalam membangun cinta, cinta pada Allah.

Maka ketika kau mengubah cintamu menjadi mencintaiNya, kau kan temukan kekuatan, kekuatan untuk hidup manfaat. Kau kan temukan ketenangan, ketenangan dalam taat. Kau kan temukan bahagia, bahagia untuk membahagiakan. Kau kan temukan baik sangka, baik sangka bahwa Ia mempersembahkan yang terbaik bagi kita.
Maka ketika kau mengubah cintamu menjadi mencintaiNya, tak kan kau temukan putus asa, karena bersamaNya akan selalu kau temukan jalan keluar, tak kan kau temukan keresahan, karena padaNya yang membuat hati kita tentram.

Kembalilah padaNya, agar cinta terasa semakin penuh cinta.
Percayalah :)

(Ar-Ra`d):28 - (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.

('Āli `Imrān):31 - Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu". Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Kau begitu sempurna, dimataku Kau begitu indah..
Kau membuat hidupku akan selalu memujaMu..
(Sempurna)





Posted by
Aldiles Delta

More

Mencoba menjadi biasa

Jum'at 5 syawal 1435 H.
5 syawal yang berarti 1 Agustus 2014.

Bismillahirrahmanirrahim...

Syawal yang bergulir hingga kini hari kelima, kebiasaan-kebiasaan ramadhan apa yang sampai kini masih istiqomah dilakukan?

Suatu hari ketika dibulan ramadhan, lisan pernah "tergelitik" ingin membicarakan seseorang, sesaat mama pun menegur dengan berucap "sayang dek, puasanya". Kemudian tanpa berpikir panjang, saya pun beristighfar. Ya, satu bulan kita melatih diri untuk tidak membicarakan orang lain karena kekhawatiran meruginya kita akan amal berpuasa.

Ternyata benar, cara terbaik mengajak seseorang pada kebaikan adalah dengan mengiming-imingi "hadiah" dari pada menakut-nakuti dengan ancaman. Seperti yang kita tahu, ramadhan atau bukan ramadhan, membicarakan orang tetap tidak baik. Rasulullah menganalogikan sebagai "memakan bangkai saudaranya" tersebab begitu berbahaya dan menjijikannya perbuatan ini. Tapi pada nyatanya, aktivitas ghibah tetap berlangsung. Berbeda ketika kita memasuki ramadhan.

Namun, apakah ketika kini ramadhan telah pergi, kitapun kembali melakukan keburukan? padahal "hadiah" yang diberi ketika ramadhan berasal dari Allah, maka sepatutnya ibadah di luar ramadhan pun kita persembahkan untuk Allah. Serahkan pada Allah, tentang "hadiah" apa yang akan kita peroleh meski ramadhanNya telah pergi.

29 hari dibiasakan tidak membicarakan orang, semestinya cukup melatih kita untuk menjaga lisan selama 11 bulan. Pun dengan kebiasaan-kebiasaan baik lainnya yang telah kita lakukan.

5 syawal ini, mari kita buat list kebaikan yang telah kita lakukan ketika ramadhan kemaren. Bukan untuk mengenang atau mengungkit kebaikan yang telah kita lakukan, tetapi terlebih untuk motivasi kebaikan 11 bulan berikutnya. Agar kebaikan yang kita lakukan bukan hanya sebagai aktivitas ramadhan, tetapi juga menjadi aktivitas kehidupan selama satu tahun.

Selamat mencoba, agar lebih mudah ajak juga orang-orang terdekat kita untuk mempertahankan kebiasaan yang sudah dilakukan ketika ramadhan.

Salam :)

Posted by
Aldiles Delta

More

Catatan Harian Se-ramadhan Ini (CHSI)

Apa yang terjadi pada bulan Ramadhan?
Ini riwayatnya...

"Catatan harian seRamadhan Ini (CHSI)"

Bismillahirrahmanirrahim

29 juli/ 1 ramadhan diawali dengan jadwal raker bagi pengajar BIP Nurul Fikri dan Aksel. Mendapat tugas presentasi, yang karena ide hanya muncul jika keadaan terdesak, maka slide pun dibuat setelah sholat subuh pada hari tersebut. Maka, maaf agak agak kacau, hahahha..

Nah hari-hari berikutnya diisi hanya dengan ngantor dan ngantor dikarenakan KBM di bimbel belum dimulai. Membosankan? Sangat!

Selain itu, awal-awal ramadhan adalah masa yang berat karena perjuangan dalam coprascapres, meskipun gak terlibat dalam struktur, saya tetap mengikuti segala berita dan mengambil peran di dunia maya. Dunia nyata untuk coprascapres cukup lah pada rekan kerja dan keluarga.

Hingga tiba saatnya, aku pun melihat(mirip lirik) perjuangan coprascapres kali ini adalah perjuangan yang terberat dari coprascapres sebelumnya, entah karena dulu saya masih kecil(19 thn maksudnya) atau karena saat ini nyata betul antara pilihan para ulama dengan pilihan aktivis kebebasan yang ngakunya berdiri di antara kebenaran. Ah entahlah... jangan lagi ada dusta diantara kita :p

Sampailah kita pada tanggal 9 Juli atau 11 ramadhan. Semua lelah, semua gundah semoga berujung lillah. Hari ini, bukan hanya spesial karena memilih pemimpin untuk negeri, tetapi juga spesial karena ini adalah hari ketika 24 tahun yang lalu saya dan dila dilahirkan. Menjadi spesial karena ada banyak doa yang mengangkasa tinggi di langit cintaNya, tentang betapa Maha Hebat Allah menutupi aib seorang Aldiles hingga begitu banyak doa penuh cinta

Hari penuh haru untuk usia yang tak lagi baru :)
Oh iya, rasanya saya perlu memperkenalkan nama saya, hahaha.
Nama saya Aldiles Delta Asmara, jika kau mau tahu artinya silakan baca di sini meski "delta asmara" nya gak dibahas, hehe.

Oke lanjut, apa lagi yang istimewa di Ramadhan ini?

16 Juli 18 Ramadhan, hari ini adalah hari pertama KBM di Bimbel berlangsung, hari  yang bahagia karena bisa berjumpa lagi dengan siswa siswa yang penuh ilmu. Banyak mendapatkan ilmu dari mereka, apalagi di bulan ini, bulan yang membahas tentang keutamaan puasa. Banyak anak-anak ajaib menurut saya, yang hadir di antara banyaknya siswa yang saya temui. Ada siswa kelas 5 yang sudah mulai puasa full sejak ia kelas 1 SD, dia pun mengakui beratnya ramadhan, tetapi terlihat kesungguhan dari mata dan bicaranya bahwa dari tahun ke tahun selalu berazzam untuk tidak membatalkan puasa, seberat apapun godaannya. Ketika saya tanya, apa yang membuat tekad kamu sedemikian besar? Saya pikir dia akan menjawab karena "hadiah" yang sudah dipersiapkan orang tuanya, tetapi dengan mantap dia menjawab "karena Allah kak, aku mau dapetin pahala dari Allah sebanyakbanyaknya".

Siswa yang lain pun juga hebat, siswa kelas 5 juga tetapi di lokasi mengajar yang beda, dia bertanya "kak kenapa ya, kalau lebaran harus beli baju baru? Padahal bajunya paling cuma dipakai sehari, lebih baik pakai baju yang biasa aja". Ada lagi yang di ramadhan ini berjuang menambah hafalannya yang sudah 5 juz. Ada lagi yang bercerita tentang puasa dia tahun lalu di negeri orang. Intinya banyak kisah spektakuler dari siswa-siswa saya ini.

Dan ditanggal ini pun, adalah hari yang menegangkan bagi saya sebagai pengajar dan siswa-siswa saya yang mengikuti SBMPTN ini. Sedih ternyata tidak semua yang saya bimbing bisa lulus, tetapi haru ketika siswa-siswa yang lulus menelepon, sms dan mengabari bahwa mereka lulus sambil mengucapkan terima kasih atas konsul-konsul unyu nya (ini kata mereka loh). Dan kemudian seperti mengulang saat mereka konsultasi, ada yang selalu menangis tiap konsul, ada yang penuh semangat dan keyakinan optimal bahwa akan lulus. Kemudian ada bisik ketika memandangi tempat konsul saya dan mereka "saya kangen" :'(
Barakallah atas satu takdir Allah yang tergaris indah untuk semua adik-adik saya di Aksel dan Nurul Fikri.

Sampailah kita pada 10 hari terakhir ramadhan. Seperti tahun-tahun sebelumnya, saya dan mama memilih menghabiskan 10 hari terakhir untuk itikaf di Attin. Attin adalah tempat favorit bagi mama. Hari-hari pertama dari 10 hari terakhir adalah hari terberat karena saat itu belum libur mengajar. Jadilah malam itikaf, dan siang mengajar 4 sesi tanpa jeda menahan ngantuk yang luar biasssaa.
***
Oh iya, ada kabar sedih di 10 hari terakhir ini, kisah sedih diiii hari minggu, ah sebut saja begitu. Kisah tentang publik figur yang tak mampu mempertahankan hidayah, tak sanggup saya membaca segala fakta yang nampak tentangnya, hingga tulisan saya pun terinspirasi dari kisahnya.
Semoga kita mampu mengambil hikmah dari kisahnya.
***
10 hari awal, tengah bahkan akhir adalah kisah paling memilukan bagi saudara kita di Gaza. Ah duhai diri, apa yang sudah kita lakukan untuk membantu saudara-saudara kita di sana? Maka 10 hari terakhir ketika waktu qiyamullail adalah masa paling penuh isak teriring doa berjamaah untuk saudara di sana. Surgakan mereka duhai Pemilik Surga.

Hingga ketika takbir menggemakan namaMu, kekejian di sana tak kunjung usai. Ketika kami menyambut iedul fitri, saudara-saudara kami di Gaza menyambut iedul Syahid, masyaa Allah. Kemudian hati pun bertanya, siapakah yang beruntung? Kita yang hidup di negeri damai ataukah mereka yang dengan mudahnya merebut surga?

Jika memang hari kemenangan adalah milik kita, maka pantaskan diri untuk menang menuju surga Allah bukan malah menang(gung) dosa penuh derita beujung neraka.

Shodakallahuladzim, semoga kemenangan diri itu nyata adanya.

Salam.

@diles_delta

Posted by
Aldiles Delta

More
Diberdayakan oleh Blogger.

Copyright © / Mendidik Mencintai

Template by : Urang-kurai / powered by :blogger