Makna Bersama

Allah telah takdirkan kita bersama sejak hari itu saat pagi cerah dalam degup-degup senja seorang pria dan wanita pada 30 Januari 2016.

Maka pada kesetiaan, ia mencari makna kebersamaan, bagaimanapun rupanya.
Jejak senin yang berubah menjadi hari-hari setelahnya menagih kasih untuk bersama pada hari yang lainnya.

Mengikutimu, memeluk setia tubuhmu dalam laju kendaraan kita. Meski aroma-aroma tak seindah kisah romantika anak muda, aku tetap ingin bersama.

Di kandang-kandang hamba Allah yang lainnya. Ku temukan kesejatian bentuk lain dari cinta yang kau ejawantahkan dengan peluh lelahmu.

Hati kita telah terikat.

Maka, kandang dengan segala aromanya asal bersamamu, lebih aku nikmati dibanding teduh rumah dengan penantian kepulanganmu.

Selalu kau selipkan
"Ridhoi Emas ya dek".

Semoga lelah kita mengantarkan pada JannahNya.

Aldiles Delta Asmara
Kandang sapi BIK

Posted by
Aldiles Delta

More

Mengais Makna

Aku mulai mengais makna sabar, ketika hari-hari berubah menjadi hari penantianmu untuk pulang.

Aku mulai mengais makna "dukung suamimu" ketika sedih, namun tak boleh sedih jadi satu dalam detik yang sama.

Aku mulai mengais makna menanti, saat waktu terasa lama, saat waktu tak ubahnya bagai sorot mata sayu melakukan aktivitas berulang dan berulang

Aku mengais makna syukur, saat sabarpun harus ku daki, ketika lelahmu dalam makna yang nyata sedang lelahku dalam makna menantimu.

Aku mulai mengais makna, agar waktu tak terbuang sia-sia. Dalam detak upaya kita bersama menuju surgaNya.

Aku hanya mulai takut pada kekosongan yang bisa jadi menyeretku dalam lembah dosa karena tak berbuat apa.

Aku harus apa?

Bukan tak mensyukuri peranku.
Bukan pula sebab tak bersabar pada pilihanku.

Hanya saja, hasrat ingin bermanfaat kembali mengusikku.

Harus ku sampaikan pada siapa?

-Aldiles Delta Asmara-
11Agust2016 

Posted by
Aldiles Delta

More

Tertatih tak boleh merintih

Gak apa ya mas kalo kita blm jadi pasangan yang sempurna, yang saling mengisi kekurangan, yang saling membenahi kesalahan.

Gak apa ya Mas, kalau dimata yang lain aku dan kamu tidak ada baik-baiknya, ini minus itu minus.
Ah mungkin saja karena akhlakku memburuk, tidak dengan kamu, Mas.

Gak apa ya Mas, kalau dihitungan 7 bulan pernikahan kita, kita masih tertatih untuk menjadi baik, menjadi yang selalu memuaskan orang, yang selalu ada buat orang, yang selaluuuuuuu harus tampak sempurna.

Gak apa ya Mas.
Aku kehabisan kata menjelaskan bahwa kita memang belum baik, kita memang masih banyak yang harus dibenahi, kita memang harus dan selalu tertatih tak boleh merintih.

Tak apa, semoga akan semakin membuat kita belajar ya Mas...

Semoga tak membuat hilang keberkahan dalam pernikahan kita.
Semoga justru semakin erat untuk memperbaiki bersama.

Aku sayang Emas karena Allah 😭

Posted by
Aldiles Delta

More

USG 1 (21 Juli 2016)

Assalamualaikum anak Umma dan Bapak, hari ini adalah perjumpaan pertama kita dalam wujud yang bisa dilihat mata. Rasa yang luar biasa dan meledak-ledak kebahagiaan kami ketika mendapati bahwa engkau sehat dan tampaknya riang bergembira. Masyaa Allah...

Anakku, aku ingin menceritakan satu hal padamu. Tentang rizki.

Umma dan Bapak teramat percaya bahwa rizki bukan hanya yang tertulis pada tabungan serta gaji kami, bukan pula pada harta benda yang kami miliki. Rizki Allah lebih luas maknanya sayang.

Termasuk didekatkan oleh orang-orang soleh yang baik. Beberapa minggu ini umma dan bapak disibukkan mencari tempat usg terbaik yang tidak terlalu mahal. Bertanya pada teman bapakmu meminta saran darinya, dan masyaa Allah, beliau malah menawarkan di tempat prakteknya yang setelah kami cek memang tak murah. Tapi ia memberikan kami pelayanan bertemu denganmu tanpa hitungan angka. Betapa Allah Maha Baik. Itu adalah rizki yang amat membahagiakan kami, sebab mengantarkan kami untuk bertemu denganmu duhai anakku.

Kita patut bersyukur atas apa yang Allah anugerahi hari ini.

Sedangkan kami?? Berlipat-lipat rasa syukurnya sebab dianugerahi kehadiranmu oleh Allah. Kamu adalah anugerah yang tak hingga dan tak habis-habis rasa syukur kami.
Kamu, bahagia kami.

Sehatlah sayang, akan Umma dan Bapak perkenalkan kamu pada Allah yang Maha Kasih tanpa menagih.

Aldiles Delta Asmara

20Juli2016

14minggu hadirmu di rahim Umma.

Posted by
Aldiles Delta

More

Rumah Yang Dirindukan

Sebagai pengantin baru, kok ya ngeliat harga-harga rumah tuh rasanyaaa...

Ya Allah, mampukah kami memilikinya??

Sebuah rumah yang menjadikan Emas sebagai pemimpinnya, sebuah rumah tempat kita selalu pulang dalam manja-manja cinta, sebuah rumah yang menjadi saksi rekam jejak perjuangan tawatangis kita. Sebuah rumah tempat aku dan kau juga anak-anak sholih kita untuk berteduh hapus segala keluh dan peluh.

Sebuah rumah yang menghangatkan bagai pelukmu, bukan yang menakutkan bagai teriakan para pemaki dan pembenci.

Namun ya Allah, Engkau Maha kaya. Tak ingin kami mendapati rumah surga kami dengan cara-cara yang tak Kau ridhoi. Itu yang Emas sampaikan padaku. Jangan hilangkan keyakinan bahwa Allah Maha Kaya dengan ucap "kalo ga nyicil ga bakal punya rumah".

Maka ya Allah..

"...Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga..." Q.s AtTahrim:11

Dan sebuah rumah di bumiMu yang menjadi tempat dalam menujuMu...

-Aldiles Delta Asmara-

#MerendaKeluarga #CatatanSyahiDiles #SyahidDalamDeltaAsmaraNya

Posted by
Aldiles Delta

More

(Belum) Sempurna

Beberapa tahun yang lalu tiap kata-kata terakhir di tulisan saya kebanyakan terselip kalimat "Aldiles Delta Asmara, dalam penyempurnaan peran".


Saat itu maksud saya adalah menikah. Dan kini saya telah menikah. Pertanyaannya: sudah sempurnakah peran saya?


Jawab: Belum.


Bukan sebab saya tak bersyukur atas peran baru sebagai seorang istri, -alhamdulillahilladzi bini'matihi tatimmusholihat atas peran baru ini- tapi justru pernikahan inilah yang mengantarkan saya pada suatu kesadaran bahwa "peranmu sebagai hamba Allah tak akan pernah selesai selagi ruh belum Allah ambil". Ia terus bergulir dan bergulir, bahkan mungkin memainkan peran dalam satu waktu.


Pernikahan ini pula yang menyadarkan saya bahwa hidup adalah sebuah perjalanan peran, dan pernikahan hanya salah satu tempat menyandarkan sauh untuk semakin memoles diri dalam peran berikutnya, sebagai ibu, sebagai masyarakat, dan peran lainnya. Perjalanan yang amat panjang bukan?


Maka mari memuhasabahi sejenak, bahwa perjalanan kita bisa saja masih jauh dalam penyempurnaan peran ini, bekal kita tak pernah habis sebab bekal perjalanan telah Allah siapkan dalam Alqur'an dan sunnah, tinggal kita mengemasnya menjadi pribadi terbaik dalam peran yang diridhoiNya, dan menyiapkan bekal untuk perjalanan abadi di hari akhir.


Semoga Allah ridho dalam tiap peran ini.

Dan semoga engkau pun ridho, duhai yang Allah pilihkan sebagai jalan keridhoanNya, suamiku.



-Aldiles Delta Asmara, dalam pembelajaran peran-


Posted by
Aldiles Delta

More

Rizki adalah...

"Rizki itu" ujar mama di suatu siang. "Gak mesti tentang uang banyak, badan sehat dan dikasih sabar yang banyak sama Allah juga bagian dari rizki".

"Sabar saat yang lain keliatan wah, sabar saat didzolimi, sabar saat rasanya kita bisa ngomel tapi memilih diam"

"Gak ada sedikitpun kerugian dari sabarnya kita, hari ini mungkin gak berasa, tapi percaya deh Allah pasti bales. Entah balesnya dengan membahagiakan kita, atau Allah balas keburukan orang yang mendzolimi kita."

"Jadi, dedek harus bisa sabar dan tahan untuk ngomong yang kasar dan nyakitin orang ya".

Iya Ma, satu lagi bagian dari rizki dari Allah, yaitu syukur atas dikarunia mama yang suka nasehat menasehati dalam kebeneran dan kesabaran.

Semoga Allah limpahkan kebaikan untuk mama.

-Aldiles Delta Asmara-

Posted by
Aldiles Delta

More
Diberdayakan oleh Blogger.

Copyright © / Mendidik Mencintai

Template by : Urang-kurai / powered by :blogger