Rumah Yang Dirindukan

Sebagai pengantin baru, kok ya ngeliat harga-harga rumah tuh rasanyaaa...

Ya Allah, mampukah kami memilikinya??

Sebuah rumah yang menjadikan Emas sebagai pemimpinnya, sebuah rumah tempat kita selalu pulang dalam manja-manja cinta, sebuah rumah yang menjadi saksi rekam jejak perjuangan tawatangis kita. Sebuah rumah tempat aku dan kau juga anak-anak sholih kita untuk berteduh hapus segala keluh dan peluh.

Sebuah rumah yang menghangatkan bagai pelukmu, bukan yang menakutkan bagai teriakan para pemaki dan pembenci.

Namun ya Allah, Engkau Maha kaya. Tak ingin kami mendapati rumah surga kami dengan cara-cara yang tak Kau ridhoi. Itu yang Emas sampaikan padaku. Jangan hilangkan keyakinan bahwa Allah Maha Kaya dengan ucap "kalo ga nyicil ga bakal punya rumah".

Maka ya Allah..

"...Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga..." Q.s AtTahrim:11

Dan sebuah rumah di bumiMu yang menjadi tempat dalam menujuMu...

-Aldiles Delta Asmara-

#MerendaKeluarga #CatatanSyahiDiles #SyahidDalamDeltaAsmaraNya

Posted by
Aldiles Delta

More

(Belum) Sempurna

Beberapa tahun yang lalu tiap kata-kata terakhir di tulisan saya kebanyakan terselip kalimat "Aldiles Delta Asmara, dalam penyempurnaan peran".


Saat itu maksud saya adalah menikah. Dan kini saya telah menikah. Pertanyaannya: sudah sempurnakah peran saya?


Jawab: Belum.


Bukan sebab saya tak bersyukur atas peran baru sebagai seorang istri, -alhamdulillahilladzi bini'matihi tatimmusholihat atas peran baru ini- tapi justru pernikahan inilah yang mengantarkan saya pada suatu kesadaran bahwa "peranmu sebagai hamba Allah tak akan pernah selesai selagi ruh belum Allah ambil". Ia terus bergulir dan bergulir, bahkan mungkin memainkan peran dalam satu waktu.


Pernikahan ini pula yang menyadarkan saya bahwa hidup adalah sebuah perjalanan peran, dan pernikahan hanya salah satu tempat menyandarkan sauh untuk semakin memoles diri dalam peran berikutnya, sebagai ibu, sebagai masyarakat, dan peran lainnya. Perjalanan yang amat panjang bukan?


Maka mari memuhasabahi sejenak, bahwa perjalanan kita bisa saja masih jauh dalam penyempurnaan peran ini, bekal kita tak pernah habis sebab bekal perjalanan telah Allah siapkan dalam Alqur'an dan sunnah, tinggal kita mengemasnya menjadi pribadi terbaik dalam peran yang diridhoiNya, dan menyiapkan bekal untuk perjalanan abadi di hari akhir.


Semoga Allah ridho dalam tiap peran ini.

Dan semoga engkau pun ridho, duhai yang Allah pilihkan sebagai jalan keridhoanNya, suamiku.



-Aldiles Delta Asmara, dalam pembelajaran peran-


Posted by
Aldiles Delta

More

Rizki adalah...

"Rizki itu" ujar mama di suatu siang. "Gak mesti tentang uang banyak, badan sehat dan dikasih sabar yang banyak sama Allah juga bagian dari rizki".

"Sabar saat yang lain keliatan wah, sabar saat didzolimi, sabar saat rasanya kita bisa ngomel tapi memilih diam"

"Gak ada sedikitpun kerugian dari sabarnya kita, hari ini mungkin gak berasa, tapi percaya deh Allah pasti bales. Entah balesnya dengan membahagiakan kita, atau Allah balas keburukan orang yang mendzolimi kita."

"Jadi, dedek harus bisa sabar dan tahan untuk ngomong yang kasar dan nyakitin orang ya".

Iya Ma, satu lagi bagian dari rizki dari Allah, yaitu syukur atas dikarunia mama yang suka nasehat menasehati dalam kebeneran dan kesabaran.

Semoga Allah limpahkan kebaikan untuk mama.

-Aldiles Delta Asmara-

Posted by
Aldiles Delta

More

Ramadhan kita berTiga


Allah titipkan amanah besar di dalam sini. Begitu yang aku tahu dan ku sadari. Tidak, bukan hanya aku, tapi kini kita. Aku dan Emas.
Ramadhan penuh perjuangan, menjaga nutrisi tetap masuk, menjaga ruhiyah tetap terisi, namun ingin pula puasa penuh, anakku semoga Allah ridho dengan perjuangan kita satu bulan ini.

Umma menunggu detakdetik saat Allah meniupkan ruh untukmu, menggerakgerik jemarimu mengetuk dinding rahim umma. Saat itu, umma tak boleh lengah. Banyak pesan yang sampai pada umma, bahwa umma harus meningkatkan kesensitifan umma terhadap ketakketuk manjamu.

Anakku, Umma sungguh gugup menjalani ini. Lebih gugup dari sekadar mual tiap waktu. Lebih gugup dari sekadar waktu makan yang beberapa bulan ini mesti memaksakan diri.

Anakku, dari sini umma dan bapak berdoa, dan kau pu  harus pula berdoa agar Allah perkenankan kita bertemu dan tumbuh bersama dalam keshalihan dan dalam ketaatan.

Anakku, iringi umma dengan penuh pembelajaran. Sehat-sehatlah sayang, umma dan bapak akan berjuang.

-malam takbir, 5 Juli 2016-
10 pekan usia amanah itu

Posted by
Aldiles Delta

More

Kisah Perjalanan


Bismillahirrohmanirrohim..

Malam terakhir di tempat masa kecilmu. Betapa aku menyadari bahwa kau hidup dalam lingkungan dan pengasuhan yang amat baik. Masing-masing anggota keluarga saling bahumembahu penuh bantu dalam lelahpenat saudaranya, masing-masing jiwa saling bantu dalam menciptakan bahagia untuk saudaranya. Masing-masing anggota memiliki rasa yang warna-warni namun membentuk menjadi lukisan rasa yang indah. Meski ada yang nun jauh di sana, tetap ada peduli dalam sambungan kata berwujud doa.

Bersama dalam tawa renyah, ramai cerita, tanggap rasa. Aaahh aku bahagia berada di tengah mereka. Yang berlomba satu sama lainnya untuk menciptakan bahagia. Pantas saja, dalam empat bulan perjalanan kita, selalu ada kisah tentang "Bapak, Ibu, Mas Po, Mbak Nia, Mbak Atun, Mbak Yul, Mbak Nur, Mbak Uci, Shabur, yang memerankan kisah antara keluarga dan pasar yang hanya senin kamis, antara keluarga dan mushola-mushola yang terbangun, antara keluarga dan kisahkasih masa kecilnya, antara keluarga dan penjagaan serta pengasuhan bapak terhadap anak-anaknya, antara keluarga dan hikmah-hikmah yang mengiringi sukaduka dalam waktu bersama."

Hei mas cinta, betapa mas beruntung Allah takdirkan tumbuh dalam keluarga ini, dan betapa aku beruntung Allah perkenankan mencicipi rasa yang utuh di sini. Membentuk warna bahagia sebuah keluarga setelah sekian lama berbahagia dengan keluargaku, kini dengan warna baru keluargamu, masyaa Allah.


Semoga cinta yang mengikat dalam doa, semoga silaturrahim yang terjalin dalam rasa-rasa syukur bahagia, semoga Allah kumpulkan keluargaku, keluarga mas, dan anak keturunan kita dalam surgaNya.

Aamiin.

*mama saja tampak bahagia ikut serta dalam keriuhan keluarga ini, apalagi aku mas. Makasih ya, sudah ajak aku ke tempat mas tumbuh besar penuh cinta di sini*

-Aldiles Delta Asmara-
Gunung Tiga, Tulang Bawang, Lampung. Sumatera (yang penuh rasa Jawa)

*ditulis ketika masih di rumah mbak Uci, rabu malam 1 Juni 2016

Posted by
Aldiles Delta

More

Bapak, itu kamu Mas


Nak, bapakmu bapak terbaik yang dengan sabar mendampingi umma saat posisi lemah umma mengandungmu. Bersabar menyiram tiap muntahan umma, bersabar mendampingi umma makan, bahkan bersabar memenuhi inginnya umma.

Bapakmu bapak terbaik, yang selalu bersedia meringankan kewajiban umma. Mencuci baju atau piring, merapikan tempat tidur, melipat pakaian, dan lainnya.

Bapakmu bapak terbaik, yang sangat berupaya untuk membahagiakan umma, sebelum atau ketika kamu ada di rahim umma. Bapak terbaik yang selalu siap sedia menangkap rona sedih dari wajah umma, kemudian mengubahnya jadi senyum ceria.

Bapakmu bapak terbaik nak, bapak terbaik. Dan semoga akan tetap seperti itu dalam kebaikan Allah, yang menuntun umma menjadi umma yang terbaik dan kamu menjadi anak yang terbaik. Bapakmu bapak terbaik, dia menjadi perantara Allah, yang akan mengajarkan kita menjadi hamba terbaik.

-Aldiles Delta Asmara-
Saat kau berusia 5 pekan dalam kandungan Umma

Posted by
Aldiles Delta

More

Garis Dua


Sangat pagi sekali, jam di dinding kuning belum menunjukkan pada angka 3. Baru 2.45. Tapi seolah Allah bangunkan untuk mengecek keberadaanmu. Kamu tau sayang, umma sangat deg-degan, gugup, khawatir, dan segala kecemasan lainnya. Hingga....

Garis 2, Alhamdulillaahilladzi bini'matihi tatimmushoolihaat..

Allahu Akbar, alhamdulillah, umma menangis sayang. Segera umma bangunkan bapakmu untuk mengabarkan keberadaanmu, dan kita berpelukan bersama. Ya Allah, bahagia yang entah warnanya apa. Banyak warna hingga air mata bahagia yang melukiskannya.

Bapak segera berdoa semoga kami bisa menjagamu. Ah doa yang sangat jauh ke depan. Sebab makna menjaga yang bapak ucapkan bukan hanya ketika kamu dalam rahim umma, tapi menjaga hingga kau dijemput Allah kembali. Iya sayang, dari awal kami ingin menyadari diri kami, bahwa engkau milik Allah, kami hanya dititipi. Dan semoga kami mampu menjagamu.

Hari pertama kamu membuat umma tak bisa tidur, tapi umma bahagia sayang, dan semoga akan tetap terus berbahagia dalam berkahNya, dalam lindunganNya dan dalam bimbinganNya.

Ya Allah, segala puji bagiMu atas titipan dan amanah termahal ini. Mohon bimbing kami dalam menjaganya.

Aldiles Delta Asmara
-Umma dan Bapak yang amat berbahagia dalam garis 2 di 4 bulan pernikahan-

Posted by
Aldiles Delta

More
Diberdayakan oleh Blogger.

Copyright © / Mendidik Mencintai

Template by : Urang-kurai / powered by :blogger