Selasa, 29 Juli 2014

Catatan Harian Se-ramadhan Ini (CHSI)

Apa yang terjadi pada bulan Ramadhan?
Ini riwayatnya...

"Catatan harian seRamadhan Ini (CHSI)"

Bismillahirrahmanirrahim

29 juli/ 1 ramadhan diawali dengan jadwal raker bagi pengajar BIP Nurul Fikri dan Aksel. Mendapat tugas presentasi, yang karena ide hanya muncul jika keadaan terdesak, maka slide pun dibuat setelah sholat subuh pada hari tersebut. Maka, maaf agak agak kacau, hahahha..

Nah hari-hari berikutnya diisi hanya dengan ngantor dan ngantor dikarenakan KBM di bimbel belum dimulai. Membosankan? Sangat!

Selain itu, awal-awal ramadhan adalah masa yang berat karena perjuangan dalam coprascapres, meskipun gak terlibat dalam struktur, saya tetap mengikuti segala berita dan mengambil peran di dunia maya. Dunia nyata untuk coprascapres cukup lah pada rekan kerja dan keluarga.

Hingga tiba saatnya, aku pun melihat(mirip lirik) perjuangan coprascapres kali ini adalah perjuangan yang terberat dari coprascapres sebelumnya, entah karena dulu saya masih kecil(19 thn maksudnya) atau karena saat ini nyata betul antara pilihan para ulama dengan pilihan aktivis kebebasan yang ngakunya berdiri di antara kebenaran. Ah entahlah... jangan lagi ada dusta diantara kita :p

Sampailah kita pada tanggal 9 Juli atau 11 ramadhan. Semua lelah, semua gundah semoga berujung lillah. Hari ini, bukan hanya spesial karena memilih pemimpin untuk negeri, tetapi juga spesial karena ini adalah hari ketika 24 tahun yang lalu saya dan dila dilahirkan (http://senyumdonkdiles.blogspot.com/2014/07/dua-puluh-empat-tahun-menjadi-hambanya.html). Menjadi spesial karena ada banyak doa yang mengangkasa tinggi di langit cintaNya, tentang betapa Maha Hebat Allah menutupi aib seorang Aldiles hingga begitu banyak doa penuh cinta ( http://senyumdonkdiles.blogspot.com/2014/07/mencintai-lewat-doa.html). 

Hari penuh haru untuk usia yang tak lagi baru :)
Oh iya, rasanya saya perlu memperkenalkan nama saya, hahaha.
Nama saya Aldiles Delta Asmara, jika kau mau tahu artinya silakan baca di http://senyumdonkdiles.blogspot.com/2011/10/arti-nama-kita.html meski "delta asmara" nya gak dibahas, hehe.

Oke lanjut, apa lagi yang istimewa di Ramadhan ini?

16 Juli 18 Ramadhan, hari ini adalah hari pertama KBM di Bimbel berlangsung, hari  yang bahagia karena bisa berjumpa lagi dengan siswa siswa yang penuh ilmu. Banyak mendapatkan ilmu dari mereka, apalagi di bulan ini, bulan yang membahas tentang keutamaan puasa. Banyak anak-anak ajaib menurut saya, yang hadir di antara banyaknya siswa yang saya temui. Ada siswa kelas 5 yang sudah mulai puasa full sejak ia kelas 1 SD, dia pun mengakui beratnya ramadhan, tetapi terlihat kesungguhan dari mata dan bicaranya bahwa dari tahun ke tahun selalu berazzam untuk tidak membatalkan puasa, seberat apapun godaannya. Ketika saya tanya, apa yang membuat tekad kamu sedemikian besar? Saya pikir dia akan menjawab karena "hadiah" yang sudah dipersiapkan orang tuanya, tetapi dengan mantap dia menjawab "karena Allah kak, aku mau dapetin pahala dari Allah sebanyakbanyaknya".

Siswa yang lain pun juga hebat, siswa kelas 5 juga tetapi di lokasi mengajar yang beda, dia bertanya "kak kenapa ya, kalau lebaran harus beli baju baru? Padahal bajunya paling cuma dipakai sehari, lebih baik pakai baju yang biasa aja". Ada lagi yang di ramadhan ini berjuang menambah hafalannya yang sudah 5 juz. Ada lagi yang bercerita tentang puasa dia tahun lalu di negeri orang. Intinya banyak kisah spektakuler dari siswa-siswa saya ini.

Dan ditanggal ini pun, adalah hari yang menegangkan bagi saya sebagai pengajar dan siswa-siswa saya yang mengikuti SBMPTN ini. Sedih ternyata tidak semua yang saya bimbing bisa lulus, tetapi haru ketika siswa-siswa yang lulus menelepon, sms dan mengabari bahwa mereka lulus sambil mengucapkan terima kasih atas konsul-konsul unyu nya (ini kata mereka loh). Dan kemudian seperti mengulang saat mereka konsultasi, ada yang selalu menangis tiap konsul, ada yang penuh semangat dan keyakinan optimal bahwa akan lulus. Kemudian ada bisik ketika memandangi tempat konsul saya dan mereka "saya kangen" :'(
Barakallah atas satu takdir Allah yang tergaris indah untuk semua adik-adik saya di Aksel dan Nurul Fikri.

Sampailah kita pada 10 hari terakhir ramadhan. Seperti tahun-tahun sebelumnya, saya dan mama memilih menghabiskan 10 hari terakhir untuk itikaf di Attin. Attin adalah tempat favorit bagi mama. Hari-hari pertama dari 10 hari terakhir adalah hari terberat karena saat itu belum libur mengajar. Jadilah malam itikaf, dan siang mengajar 4 sesi tanpa jeda menahan ngantuk yang luar biasssaa.
***
Oh iya, ada kabar sedih di 10 hari terakhir ini, kisah sedih diiii hari minggu, ah sebut saja begitu. Kisah tentang publik figur yang tak mampu mempertahankan hidayah, tak sanggup saya membaca segala fakta yang nampak tentangnya, hingga tulisan saya pun terinspirasi dari kisahnya http://senyumdonkdiles.blogspot.com/2014/07/dia-penggenggam-hati.html
Semoga kita mampu mengambil hikmah dari kisahnya.
***
10 hari awal, tengah bahkan akhir adalah kisah paling memilukan bagi saudara kita di Gaza. Ah duhai diri, apa yang sudah kita lakukan untuk membantu saudara-saudara kita di sana? Maka 10 hari terakhir ketika waktu qiyamullail adalah masa paling penuh isak teriring doa berjamaah untuk saudara di sana. Surgakan mereka duhai Pemilik Surga.

Hingga ketika takbir menggemakan namaMu, kekejian di sana tak kunjung usai. Ketika kami menyambut iedul fitri, saudara-saudara kami di Gaza menyambut iedul Syahid, masyaa Allah. Kemudian hati pun bertanya, siapakah yang beruntung? Kita yang hidup di negeri damai ataukah mereka yang dengan mudahnya merebut surga?

Jika memang hari kemenangan adalah milik kita, maka pantaskan diri untuk menang menuju surga Allah bukan malah menang(gung) dosa penuh derita beujung neraka.

Shodakallahuladzim, semoga kemengan diri itu nyata adanya.

Salam.

@diles_delta

Minggu, 27 Juli 2014

Sajak "Maka" Ramadhan

Maka pada senja yg kemarau di tengah jiwa, ia merindukan hati yang berdoa...

Maka pada pagi yang menelantarkan terik, adakah peduli terusik?ataukah hanya menjadi penonton bagi gaza yang tercabik?

Maka pada malam yang tertaburi bintang dan bulan yang terpampang, kemanakah kau sandarkan kening? pada sajadah dalam harapan yang hening, ataukah pada bantal yang tak bergeming?

Maka pada terik yang tak berarti kemarau, ku sebut pinta dalam doa yang parau. Ia gelisah, menyebut pagi yang masih rahasia dalam usia, sedang angka kealpaan menjejak nyata.

Maka ketika pagi menyingkap kelam malam, akankah nurani terdiam? ataukah larut dalam doa-doa panjang yang mendalam, tentang kekejian yang terekam?

Maka pada deru takbir yang menderu, aku menyisakan harapku yang membeku, beratus, berjuta bersekian pun terangkum menjadi satu, yang aku mau kamu :)

Maka, ramadhan pun berlalu dalam suatu pinta yang kian syahdu. Aku tentang ibadahku dan pengharapanku..
Rabbku, Kau Maha Tahu :)


Taqabbalallahu minna wa minkum..

Jejak ramadhan 1435 H

@diles_delta

Sabtu, 26 Juli 2014

Dia, Penggenggam Hati

Bismillahirrahmanirrahim..

Ya muqollibal quluub, tsabbit qolbi 'ala diinik
Wahai zat yang membolakbalikan hati, tetapkan hatiku di atas agamamu...

Duhai, Pemilik segala hati-hati yang resah, duhai yang padaNya termuara segala bahagia, duhai Yang Maha Mengetahui yang tersembunyi pada hati, segala resah, segala desah, segala lelah, telahkah tersandar penuh Lillah?

***
Hidayah itu diraih, bukan dinanti. Begitu yang ku tahu tentang hidayah. Hey, kita bukan sedang membicarakan siapa, tapi ini adalah tentang apa. Tentang pencarian kebenaran yang padanya Allah lengkapi akal untuk menuntunkan langkah. Malu kita pada Allah, yang tak segera taat padaNya, tapi sering memaksa dalam pinta. Ketika Ia perintahkan "ulurkan jilbabmu", kau bilang "nanti dulu, aku belum dapat hidayah". Tanpa sesal, tanpa malu, dan tanpa pikir dulu. 

Padahal kita sama-sama tahu, hidayah bukan tunjangan yang diberi pada pekerja, yang sifatnya adalah hak kita, tapi ia adalah bagaikan rizki yg mesti diraih, diupayakan, bahkan dipertahankan. Pernah saya bahas tentang kisah beberapa sahabat yang berjuang menjemput hidayah di sini, betapa berat. Mungkin, kau pun juga merasakan, aku pun begitu, jika mengingat masa itu, berazzam tak akan melepas hidayah Maha Dahsyat dariNya. Kau memang layak untuk berbahagia, tapi bukan dengan menggadaikan kewajibanmu.

Kau memang layak berbahagia dengan segala keputusanmu tanpa mempertimbangkan pendapat dari yang lain, tapi? Tidakkah terpikir untuk menyertakan Ia dalam setiap pilihan, dalam setiap keputusan, dalam setiap sedu sedan?
Karena, tak mengapa jika tak ingin mendengar segala nasihat dari hamba Allah yang penuh maksiat. Namun, tetaplah Allah sebagai pertimbangan akhirat.

Tiada daya, jika tanpa upaya untuk mempertahankan hidayah ini. Tak berdaya, tanpa meminta Sang Pemilik hidayah untuk tetap mengenggam hati kita. Berdoalah, mintalah padaNya, Bukan hanya tentang bahagia, tapi juga tentang berada di jalanNya, selamaNya.. 

('Āli `Imrān):8 - (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)".

***
Ya Allah, ramadhanMu akan pergi, meski kami tak mau ia pergi.
Ya Allah, ramadhan memang pergi, namun bantu kami agar hidayahMu tak jua ikut pergi.

-Langit pinta milikNya, 29 Ramadhan-


Jumat, 25 Juli 2014

Keluarga Baru itu Keluargaku :)

Bismillahirrahmanirrahim..

Ketika kita telah memutuskan untuk menikah, artinya kita pun juga memutuskan untuk menerima keluarga calon pasangan kita. Karena, seperti yang kita ketahui, bahwa menikah bukan hanya menyatukan dua insan, namun menikah adalah menyatukan 2 keluarga. Kebanyakan dari kita sangat hafal dan paham dengan kalimat tersebut, dan semoga kebanyakan kita juga ikhlas menerima apapun kondisi keluarga pasangan kita.

Ah ngomong apaan sikk, kek ngerti aja...hahahaha

Intinya ini adalah harapan, atau ajakan untuk semua saudara-saudara saya, jika memang sudah siap menikah, siap menerima calon pasangan, semestinya siap pula menerima calon keluarga baru. Mereka memang orang baru, tapi tak melulu harus berseteru kan? Kalau bisa mencintai yang akan jadi pasangan kita, semestinya juga bisa mencintai bagian yang telah dilalui pasangan kita. Tapi sulit beradaptasi? Banyak yang bilang seperti itu, saya pun sebenarnya belum tahu, hehe.
Tapi, sulit bukan berarti memutus silaturrahim kan?
Jangan batasi, jangan halangi pasangan kita dari keluarganya. Karena, salah satu kemungkinan bisa menikah dengannya, bisa jadi karena dukungan dari keluarganya, maka pantaskah memusuhinya?

Pun bagi kita, sebuah keluarga yang akan menerima "orang baru" dari anggota keluarga lainnya, atau mungkin kau mengistilahkan dengan ipar.
Ketika kau memutuskan untuk mengikhlaskan bagian dari keluargamu untuk menikah, maka dalam sekejap pun kau juga mesti memutuskan bahwa "orang baru" itu akan jadi keluarga. Tak ada lagi waktu "ingin seperti dulu" karena jika mengucapkan itu artinya kamu tidak mengharapkan hadirnya "orang baru" tersebut. Family time, bukan lagi tentang, orang tuamu, kamu, dan adik atau kakakmu, tapi kini family time adalah tentang orang tuamu, kamu, serta keluarga dari adik/ kakakmu. Yang dulu kau ikhlaskan pernikahannya, yang dulu kau bahagia karena bahagianya.

Maka? Saling menerima lebih baik dari pada saling berselisih..

***
Maafkan jika tulisan ini sangat terbaca sok tahu, dengan pandangan "diles kan belum ngerasain ribetnya berurusan sama orang baru".
Ya saya memang belum merasakan, mohon doakan semoga bisa melakukan apa yang saya tulis di sini. 

Ini cuma nasihat pribadi kok ...
Salam :)


*dalam dekapan penuh pinta di langit 28 ramadhan*
diles_delta

Jumat, 18 Juli 2014

Aksara Jiwa

Dia menciptakan semburat cahaya, pada langit yang ternampak jingga, mengadu segala pesona pada alam nyata..
duhai dunia, adakah segala indahmu sepertinya?

Pada kerak bahagia, ada rasa yang membuncah meloncati asa.
ia tersedu tanpa sedan, sesekali berkelana mencari arti dari tiap definisi bahagia yang ada.

Tanpa Sang Pemilik Cinta, apalah arti segala rasa yang kita punya?
tanpa Sang Pemilik Asa, masihkah bahagia menyambut segala rupa takdirNya?

Tak mesti manis dalam tiap kata, jika pahitpun nyatanya membuat kita berkarya.
kita tak bisa meminta pada semua manusia, untuk menyembunyikan segala keburukannya, seperti halnya kitapun tak mampu memaksa diri menyembunyikan keburukan diri.

Ah prasangka, kau macam anak panah, pisau belati, silet tipis, atau gergaji bertaring..
siap mengolah dan mengaduk emosi jika tak dijaga sampai batas maksimal..

TanpaNya aku terpedaya, dengan segala tipu daya macam cerita cinderella..
Robbi, aku tak mau hidup hanya dunia khayal, karena yang ku tahu, dunia Mu adalah nyata..

Kemudian aku menginsyafi alfa pada denyut nadi yang tersisa. Bertarung melawan sunyi, mencabik segala dengki, menyayat segala iri hati. Terluka? namun lebih baik dari pada ku pelihara sejak dini.

Lalu rengekanku padaMu hadir lagi, rengekan yang nampak seperti isakan. Tak bertata dalam krama menyusun kata.
satu persatu hingga perseratus pun Engkau tetap sama, tetap mendengarkanku mengutarakan rasa, bahkan Kau bilang "Aku dekat"

Segala puji teruntukMu, duhai Robb alam semesta.

Rabu, 16 Juli 2014

Salah satu takdirNya #pengumumanSBMPTN

Tidak diterima di PTN pilihan kamu, itu bukan kiamat kan?bukan juga suatu aib kan?

Allah mencintaimu dg caraNya yg luar biasa, Ia sudah menempatkan kebahagiaan lain selain #PengumumanSBMPTN yg mengecewakan itu

Apapun, sy sbg guru BIP sdh sangat bangga dg kerja keras tmn2 dlm perjuangan meraih PTN ini.. semoga jd pemberat amal kebaikan di sisi Allah

Semoga, apapun yang terjadi kalian tetap menikmati, pahatan takdirNya  #AYTKTM

Selamat bagi teman-teman yang diterima di PTN tahun ini, saat daftar ulang segera merapat ke Lembaga @Dakwah_Kampus yaa

Salam, dari kami para pengajar BIP di AKSEL dan Nurul Fikri

Senin, 14 Juli 2014

Menanti keputusanNya

2 hari lagi
Apakah iya
Apakah tidak

Lalu kenapa?

Kita tetap menjadi hamba Allah kan apapun hasilnya?
Kita tetap berbaik sangka pada keputusan Allah kan?
Kita tetap percaya bahwa Allah Maha Tahu kan?

Lalu apa lagi?

Pada yang bermuarakan segala pinta, semoga berujung bahagia, pada apapun takdirNya..

*coretan buat adik2 yang menanti pengumuman SBMPTN*

@diles_delta